Menu

Mode Gelap
Ada Pulau Merak Kecil dan Besar, Cilegon Punya Potensi Pariwisata Seperti Sentosa Island Gelar Demo, Warga Korban Pemagaran dan Pensiunan KS Minta Walikota Cilegon Hadir di Tengah Permasalahan Layaknya Nyoblos Presiden, Warga Kadipaten Menggelar Pemilihan Ketua RT dan RW Secara Langsung Usai Sukses Gelar Khitan Massal, Sanuji Agendakan Nikah Massal PMK Pada Hewan, Presiden: Segera Berikan Vaksin

Peristiwa · 3 Mar 2020 16:09 WIB ·

Tolak Omnibus Law, Massa Aksi Blokade Jalan Kawasan Modern Cikande


 Tolak Omnibus Law, Massa Aksi Blokade Jalan Kawasan Modern Cikande Perbesar

SERANG – Ribuan massa aksi buruh dari berbagai serikat yang ada di Banten melakukan blokade di Kawasan Industri Modern Cikande untuk menolak Omnibus Law yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, Selasa (3/3/2020).

Selain melakukan blokade dikawasan tersebut, ribuan buruh juga melakukan sweeping kepada karyawan yang hendak masuk kerja sehingga membuat kemacetan dijalan tersebut.

Namun, aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polres Serang. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita terus mengupayakan aksi ini tidak mengganggu ketertiban umum, apalagi sampai mengganggu arus lalu lintas dan kemacetan yang dilakukan oleh massa aksi,” kata Kapolres Serang Kabupaten, AKBP Mariyono, ditemui disela-sela mengatur arus lalu lintas.

Massa aksi diimbau tidak menutup arus lalu lintas, akses jalan tol dan mengganggu ketertiban umum selama berdemonstrasi. Petugas kepolisian pun diminta tidak membawa, apalagi menggunakan senjata api dalam menjaga demonstrasi ribuan buruh di Banten.
“Tidak ada anggota Polri yang membawa senjata api. Provos sudah saya suruh cek, kecuali terjadi situasi kontijensi. Anggota tim khusus dari Brimob menyesuaikan, tapi (penggunaan senjata api) semua atas perintah dari saya sebagai penanggung jawab,” ujarnya.

Sedangkan, informasi yang didapat harianbanten.co.id dari massa aksi buruh dari wilayah Tangerang Raya, masih berada di daerahnya masing-masing. Mereka masih berkumpul dan berencana akan menjemput buruh yang ada di Kabupaten Serang dan Kota Serang. Kemudian mereka akan bertemu di titik aksi di KP3B, Kota Serang, bersama buruh dari Kota Cilegon.

“Belum (berangkat dari Tangerang). Masih di Tangerang,” kata Ketua KSPSI Banten, Dedi Sudradjat, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya. (MG1/Red)

Artikel ini telah dibaca 5.133 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bersih-bersih Situ Rawa Arum, Pemkot Cilegon Wacanakan Jadi Destinasi Wisata

4 Agustus 2022 - 14:15 WIB

Kenalan di FB Kemudian Dicekok Anggur Merah, 5 Pemuda Cabuli Anak 15 Tahun

12 Juli 2022 - 12:53 WIB

Tronton Bermuatan Kayu, Tabrak Tiga Kendaraan di JLS, Dua Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

8 Juli 2022 - 18:44 WIB

Seorang Ibu di Keragilan Serang, Melahirkan Bayi Laki-laki Didalam Taksi Online

28 Juni 2022 - 21:53 WIB

Avanza Ditabrak Kereta Tak Jauh dari Stasiun Tambun, Satu Orang Meninggal Dunia

22 Juni 2022 - 06:49 WIB

Gelar Demo, Warga Korban Pemagaran dan Pensiunan KS Minta Walikota Cilegon Hadir di Tengah Permasalahan

21 Juni 2022 - 14:07 WIB

Trending di Headline
error: Content is protected !!