Honor Guru Ngaji Belum Dicairkan, Ustad: Pemkot Cilegon Dinilai Lambat Memperhatikan Guru Ngaji
CILEGON – Kebijakan pembagian honor guru ngaji dari Pemkot Cilegon yang baru diumumkan bisa diambil atau dicairkan beberapa hari menjelang lebaran, dipertanyakan oleh para guru ngaji.
Terlebih pada hari ini, Kamis (21/5/2020) di mana Bank yang ditunjuk untuk pembayaran honor, yakni BJB sedang tutup karena tanggal merah, para ustadz atau guru ngaji yang kebanyakan tidak memiliki ATM tidak bisa mengambil honor yang sangat dibutuhkannya, di tengah pandemi Covid-19 dan menjelang lebaran.
Seperti yang dikatakan perwakilan guru ngaji dari Pondok Pesantren (Ponpes) Ashohabah, Palas, Ustadz Hilmi Mastur yang menyayangkan lambatnya Pemkot Cilegon dalam memperhatikan para guru ngaji.
“Baru hari ini honor guru ngaji di kabarkan cair, tapi yang gak punya ATM menunggu Bank BJB yang ada di Jombang Masjid sampai jam segini masih tutup, kasihan nasib guru ngaji sedangkan mereka sangat membutuhkan,” ungkapnya, kepada wartawan.
“Kenapa tidak jauh-jauh hari atau seminggu sebelumnya dikabarkan mungkn gak seperti ini kejadiannya,” imbuhnya.
Selain itu, Hilmi juga mendorong Pemkot Cilegon untuk lebih peduli dan memperhatikan para guru ngaji yang sangat berjasa mengajarkan Agama Islam kepada para generasi bangsa.
“Entah karena apa Pemkotnya bisa lamban gini. Kenapa dana honor guru ngaji selalu di nomor sekiankan dibanding yang lain? ya tahulah,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya berharap dalam pencairan honor guru ngaji yang diberikan setiap tiga bulan sekali itu, tidak lagi terlambat karena honor tersebut memang sangat dibutuhkan.
“Harapannya kedepan tolong pencairan honorer guru ngaji, jangan sampai seperti ini, harus lebih di utaman dan di kedepankan. karena guru ngaji, ustadz dan ustadzah, sangat luar biasa jasanya dalam memberikan ilmu pengetahuan tentang hukum agama, yang inysa Allah ilmu itu bekal nanti kita menuju kematian atau pun menuju alam ahirat,” harapnya. (red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.