HARIANBANTEN.CO.ID – Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Informasi mengenai hilang kontaknya rombongan jurnalis tersebut disampaikan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten pada Selasa (8/9/2026).

Speedboat yang membawa rombongan diketahui bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat pada pukul 15.04 WIB. Sebelumnya, salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir pada pukul 14.42 WIB.

Namun, hingga Selasa sore, rombongan tersebut belum diketahui keberadaannya. Tim SAR kemudian bergerak melakukan pencarian berdasarkan titik dugaan terakhir keberadaan mereka.

Lima jurnalis yang telah teridentifikasi yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Basarnas menyebut masih terdapat beberapa orang yang berada dalam rombongan dan masih dalam proses pendataan.

Tim SAR Banten Lakukan Pencarian

Kepala Basarnas Lampung Deden Ridwansyah mengatakan proses pencarian terhadap lima jurnalis tersebut saat ini dilakukan oleh tim SAR dari Banten.

“Yang lima wartawan itu saat ini sedang dilakukan pencarian oleh tim dari Banten,” kata Deden.

Basarnas Lampung turut menyiagakan personel dan peralatan SAR di wilayah Bakauheni. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan tim Banten membutuhkan bantuan apabila pencarian meluas ke wilayah perairan Lampung.

“Kita menunggu nanti permohonan bantuan dari Banten. Tetapi teman-teman di Bakau dengan alutsistanya sudah saya instruksikan untuk melakukan persiapan dan survei, manakala nanti Banten memerlukan bantuan pencarian,” ujarnya.

Deden menjelaskan, berdasarkan informasi terakhir, titik komunikasi rombongan masih berada di wilayah perairan Banten, sekitar Sangiang.

Meski demikian, Basarnas Lampung tetap bersiaga apabila proses pencarian nantinya memasuki wilayah perairan Lampung.

“Karena mau tidak mau, suka tidak suka, kalau misalkan benar masuk di wilayah Lampung menjadi tanggung jawab kami juga,” kata Deden.

Perairan Sangiang Disebut Blank Spot

Salah satu kendala dalam pencarian adalah kondisi komunikasi di sekitar wilayah perairan Sangiang. Deden menyebut terdapat sejumlah area yang sulit mendapatkan sinyal atau blank spot.

“Memang blank spot. Kita doakan yang terbaik untuk teman-teman semua,” ujarnya.

Dalam laporan awal Basarnas Banten, speedboat yang digunakan rombongan merupakan kapal milik kepala desa di wilayah Carita.

Hingga Selasa, speedboat tersebut belum kembali ke dermaga. Pemilik kapal juga belum memperoleh informasi mengenai keberadaan kru dan penumpang.

Tim Rescue USS Pandeglang yang terdiri atas enam personel telah bergerak menuju lokasi kejadian. Pencarian turut melibatkan Polairud Pandeglang dan pemilik kapal.

Basarnas Banten mengerahkan RIB 02 Banten untuk mendukung operasi pencarian. Sejumlah peralatan pencarian dan pertolongan di air, peralatan medis, komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya turut dibawa dalam operasi tersebut.

Tim SAR masih melakukan penyisiran di sekitar titik dugaan terakhir keberadaan rombongan untuk menemukan lima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. (Red)