Sayangkan PAD Pasar di Cilegon Bocor, SRC Dorong Pemkot Segera Buat BUMD Pasar
CILEGON – Direktur Sinergi Research Center (SRC) Hadi Rusmanto menyayangkan adanya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) pasar yang ada di Kota Cilegon.
“Semua kaget tercengang, dan berpikir ini kok bisa terjadi gimana pengawasan dari pimpinannya, kita sangat menyayangkan sekali kebocoran yang terjadi begitu besar, harusnya pemerintah Kota Cilegon bisa memaksimalkan PAD nya,” ucap Hadi, Kamis (24/6/2021).
Ketika kebocoran ini terjadi, menurut kajian dirinya perlu kiranya pengelolaan pasar ini di kelola secara profesional dan modern. “Untuk itu Pemkot Cilegon harus segera melakukan kajian dan membuat naskah akademik untuk pengelolaan pasar di kelolah oleh sebuah badan usaha milik pemerintah,” katanya.
Kata dia, pasar sangat penting bagi kehidupan ekonomi masyarakat. Karena, ada perputaran uang dan pasar juga salah satu sektor penyumbang PAD. “Jadi sudah saatnya Kota Cilegon diusia 21 tahun harus mempunyai BUMD pasar. Sudah saatnya ada satu lembaga yang konsen pada pasar agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat juga. Pemerintah harus memanfaatkan segala lini potensi ekonomi kota cilegon,” ungkapnua.
“Jangan terjadi lagi kebocoran PAD, BUMD Pasar sudah menjadi kebutuhan Pemkot Cilegon agar dapat mengelola dan memanfaatkan pasar semaksimal mungkin, kita juga melihat masih ada pasar yang belum beroperasi, jadi harus segera di benahi ini pasar,” sambungnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Rahmatulloh, menyoroti pendapatan asli daerah (PAD) dari pelayanan Pasar Baru Kranggot yang diduga bocor. Sebab, PAD yang disetorkan saat ini hanya Rp287 juta.
“Saat ini PAD dari Pasar Baru Kranggot hanya Rp287 juta. Padahal, semestinya PAD dari Pasar Baru Kranggot bisa mencapai Rp877 juta per tahun,”ucapnya. (Zul/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.