HARIANBANTEN.CO.ID — Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menyebut penyelenggaraan Budaye Cilegon Fest dan International Folk Arts (BCF-IFA) 2025 menjadi momentum penting bagi Kota Cilegon untuk melakukan pertukaran budaya (culture exchange).

Menurut Fajar, kegiatan ini tidak hanya menampilkan pertunjukan seni di ruang publik, tetapi juga dioptimalkan sebagai sarana edukasi kebudayaan bagi generasi muda. Salah satunya melalui workshop yang telah dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon pada 7 Agustus 2025.

“Alhamdulillah agenda BCF-IFA ini kita optimalkan untuk cultural exchange, di mana ada pertukaran kebudayaan di sekolah-sekolah. Workshop sudah terlaksana, yang pertama di Rumah Dinas,” ujarnya di sela Kirab Budaya, Minggu (10/8/2025).

Fajar menambahkan, ajang ini juga menjadi kesempatan untuk melestarikan warisan budaya Cilegon.

“Atas seizin Kang Wali dan melihat antusias masyarakat, ini menjadi kewajiban kita untuk melestarikan kebudayaan kita,” katanya.

Ia menekankan bahwa Cilegon tidak hanya identik dengan industri baja, tetapi juga memiliki kekayaan seni dan budaya yang beragam.

“Kita ingin menunjukkan walaupun Cilegon predikatnya kota baja dan industri, tetapi kita memiliki kekayaan kebudayaan dan seni tradisional yang sangat banyak,” ujar Fajar.

Dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seniman lokal dan internasional, Fajar optimistis Cilegon dapat bersaing di tingkat global.

“Kita ingin buktikan Cilegon juga bisa berkompetisi di tingkat dunia, terutama di aspek kebudayaan,” pungkasnya. (Asp/red)