CILEGON – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah gelar Basic Training 1 (Latihan Kader 1) yang bertempat di MI As-Syarief l, tepatnya di Jalan Pabean, Lingkungan Kedawung, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dimulai pada hari Jum’at (20/9/2019) dan di tutup pada hari Minggu (22/9/2019) kemarin.

Penutupan Latihan Kader LK1 tersebut dihadiri oleh Masduki salah satu Anggota DPRD Kota Cilegon periode 2019-2024, Ficky Irfandi salah satu anggota KAHMI Kota Cilegon, Bapak Haji Rudi Hartono Founding Father sekaligus Dosen STIT Al-Khairiyah, Bapak Deni Sumantri Lurah Kelurahan Purwakarta, Riyan Hidayat Ketua Umum HMI Cabang Cilegon, dan Ketua Umum Komisariat se Cabang Cilegon dan Para Tamu undangan.

Ketua Pelaksana kegiatan Abdul Khafi Madani, dalam sambutannya mengungkapkan, tema yang di angkat oleh teman-teman panitia Basic Training LK-1, yakni ‘Terciptanya Kepribadian Muslim Yang Berkualitas Akademis, Sadar Akan Fungsi Dan Perannya Dalam Berorganisasi Serta Hak Dan Kewajibannya Sebagai Kader Umat Dan Kader Bangsa’.

“Karna dengan adanya LK1 ini, berharap bahwa mahasiswa/i yang bergabung di HMI dapat mengimplementasikan peran fungsi mahasiswa yang seutuhnya, Agent of Change, Agent Sosial Control dan Irone Stock yang nantinya menjadi Mahasiswa yang berguna bagi umat dan bangsa,” ungkapnya.

Selain itu, Ketua umum HMI Komisariat STIT Al-khairiyah Hairudin mengatakan dengan adanya basic training Latihan Kader LK1 ini, sangat penting bagi kader HMI selaku mahasiswa yang haus akan ilmu pengetahuan apalagi dalam kalangan mahasiswa baru.

“Yang perlu di tanamkan dalam setiap diri kader adalah jiwa kritis yang solutif dan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan daya nalar seorang kader, mengingat fakta dan realita kader HMI khususnya di komisariat STIT Al-khairiyah yang selama ini perlu kiranya kita untuk menumbuh kembangkan kembali semangat juang HMI demi terciptanya kualitas manusia yang akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam guna terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhoi oleh Allah subhanahu wata’ala, dan mempertahankan nilai-nilai HMI,” terangnya.

Ditempat yang sama Anggota DPRD Kota Cillegon Dapil Ciwandan-Citangkil, Masduki mengungkapkan, bahwa Basic training adalah ujung tombak pengkaderan, setelah mahasiswa telah mengikuti LK-1, maka mahasiswa tersebut telah memasuki gerbang utama HMI dan memulai prosesnya dalam berhimpun di suatu organisasi eksternal.

“Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai mahasiswa islam yakni meneruskan khittah perjuangan para pahlawan dan menjaga generasi saat ini, untuk menjadi insan yang lebih berkualitas, menjunjung tinggi persatuan NKRI, dan menyiarkan agama islam,” ucap masduki yang juga Alumni HMI Cabang Bandung.

Selain itu Ketua Umum HMI Cabang Cilegon Riyan Hidayat menyampaikan, bahwa teman-teman mahasiswa yang masuk dan mengikuti Basic Training/ Lk 1 HMI adalah orang orang pilihan, yang mau berjuang.

“LK 1 adalah awal proses teman-teman mahasiswa di mulai. Cari lah apa yang ingin kalian temui. Karena sesungguh nya di HMI tidak ada apa-apa, jika teman-teman hanya berdiam diri, teruslah ikuti proses selanjutnya agar teman-teman menemukan hal-hal baru yang postif dan mebangun, seperti pepatah ‘Jangan katakan cabai itu pedas, jika kalian belum mencoba nya’ selamat bergabung dan berhimpun, luruskan niat teman-teman untuk menjadi seseorang yang berguna bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya. (ZUL/Red)