SERANG – Ratusan rumah di Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, terendam air setinggi 30 cm hingga 1 meter.

Kepolisian Sektor Kopo mencatat, di wilayah ini ada sekitar 120 rumah dan 6 mobil tenggelam.

Beberapa warga terpaksa harus dievakuasi ke posko penampungan, mengingat intensitas curah hujan yang masih tinggi. Untuk kenyamanan warga, Polsek Kopo bersama Koramil dan Kecamatan langsung mendirikan posko kesehatan dan dapur umum.

“Berdasarkan data yang kami dapatkan sebanyak 45 rumah di Kampung Panunggulan dan 80 rumah serta 6 mobil di Kampung Panunggulan Bojong yang terendam air. Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa,” ungkap Kapolsek Kopo AKP M Iqbal Wirada kepada wartawan, kemarin sore.

Kapolsek mengatakan, penyebab terjadinya banjir tersebut merupakan luapan air dari Sungai Cidurian dan merupakan banjir musiman karena ada kiriman air dari wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor.

Meski demikian, kata Kapolsek, banjir yang merendam dua kampung ini merupakan kali pertama dialami warga.

“Luapan air dari Sungai Cidurian merupakan banjir musiman karena ada kiriman air dari wilayah Jasinga, tapi baru kali ini sampai merendam pemukiman. Biasanya, luapan air sungai hanya di sekitar bantaran sungai,” terang Iqbal.

Untuk keamanan warga, kata Kapolsek, pihak PT PLN melakukan pemadaman aliran listrik.

Sementara untuk mengantisipasi adanya tindakan penjarahan, pihaknya dibantu personil Polres Serang dan TNI melakukan patroli.

“Disamping evakuasi warga, kami pun melakukan pengawasan untuk mengantisipasi penjarahan,” tandasnya.

Adapun dampak terparah akibat banjir, dialami warga Kampung Panunggulan, Desa Mekar Baru.

Berdasarkan laporan dari Danramil 0221/Kopo, pada Kamis (2/1/2020), sekira pukul 06.30 WIB, di Kampung Panungulan, RT 10/03, Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, telah di temukan mayat korban banjir.

Adapun identitasya korban diketahui bernama Suryana (50), yang merupakan warga Kampung Maja Masjid, RT 05, RW 02, Desa Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.

Menurut keterangan warga setempat, saat air sungai meluap, korban sudah dihimbau untuk mengungsi.

Namun, meski sudah 3 kali diingatkan, korban tetap tidak mau mengungsi.

“Informasinya, korban dalam keadaan stress atau kurang normal,” ungkap Danramil 0221/Kopo, Kapt Inf Jajang Supriatna.

Dalam hal ini pihaknya langsung mengevakuasi korban a.n Nana Suryana, menuju ke rumah duka.

Sementara untuk kerugian yang ditimbulkan, pihaknya mencatat 1 unit rumah pabrik tahu tenggelam dan 1 unit rumah dinas PDAM roboh.

Hingga pukul 12.00 WIB siang ini, BPBD Kabupaten Serang mencatat, daerah terdampak di Kabupaten Serang mencakup 5 Desa, diantaranya, Desa Mekar Baru, Kampung Panunggulan, Desa Cidahu, Kampung Kamarang, Desa Nyompok, Kampung Nyompok, Desa Ranca Sumur, Kampung Bojong, dan Desa Carenang Udik, Kampung Rancagede. (Red)