CILEGON – Tenaga honorer kategori dua (K2) mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, untuk menyampaikan tuntutan perihal agar menuntaskan permasalahan honorer K2 yang belum terselesaikan, dan penundaan penerimaan CPNS umum sampai permasalahan honorer K2 diselesaikan, di Ruang Rapat DPRD Kota Cilegon, Kamis (4/10/2018).

“Kita kesini ingin tuntutan honorer K2 Kota Cilegon untuk jadi PNS itu dituntaskan, karena sampai saat ini belum selesai. Kedua, untuk menunda penerimaan cpns umum agar ditunda sampai permasalahan K2 diselesaikan,” ujar Ketua Forum Honorer K2 Kota Cilegon, Samsudin.

Diketahui honorer K2 itu berjumlah 400 orang, diantaranya sudah memiliki masa kerja 10, 15 hingga 20 tahun, dan rata-rata berusia 35 tahun keatas.

“Honorer K2 ini bukan hanya dari guru saja, tapi ada juga yang bekerja di struktural. Guru honorer ini yang ngenes, gajinya cuman sampai Rp. 200-300 ribu dan dibayarnya pertiga bulan sekali dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Itu sebagian sudah untuk yang guru honorer, tapi yang TKS-TKS kelurahan ini belum keluar,” jelasnya.

Ia juga berharap dari pengaduan dan pertemuan ini dapat memberi tekanan kepada pusat untuk menyelesaikan permasalahan K2, “paling lambat bulan 10 (Oktober) atau 11 (November) itu harus selesai,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman yang menemui honorer K2 mengatakan akan memperjuangkan nasib honorer K2. Dalam pertemuan tersebut juga didampingi oleh Hasbi Sidik Ketua Fraksi Gerindra, Baihaki Sulaiman Ketua Bapemperda dari Fraksi PPP dan Subhi Mahad Ketua Komisi I dari Fraksi Golkar.

“Harus diperjuangkan, bagaimana perjuangan itu jangan lemah. Tahapannya apa, sudah mengabdi puluhan tahan tapi kapan diangkat PNS-nya. Siapa yang memperjuangkan kalu bukan kita semua. Kami DPRD Kota Cilegon siap mempekkrjuangkan kepentingan bapak dan ibu K2,” paparnya. (Red)