Ikuti Sosialisasi Program SPAB, IOF Banten Aktif Pada Kegiatan Sosial Kebencanaan
HARIANBANTEN.CO.ID, SERANG Indonesia Off-Road Federation (IOF) adalah sebuah organisasi yang mewadahi para penggemar kegiatan off-road, kompetisi, dan rekreasi.
Tidak hanya itu, IOF juga berperan dalam bidang kegiatan sosial kemasyarakatan lewat gerakan IOF Peduli, yang aktif memberikan bantuan transportasi logistik dan pertolongan di daerah yang terkena bencana alam.
Belum lama ini, dalam rangka mengedukasi permasalahan bencana, IOF melalui Pengurus Daerah (Pengda) Banten mendelegasikan salah satu perwakilannya untuk mengikuti program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Republik Indonesia.
Yen Dewi Yulianti, Ketua Bidang Sosial pada Pengda IOF Banten menjelaskan, SPAB merupakan program yang diselenggarakan dalam rangka meningkatkan ketangguhan satuan pendidikan terhadap bencana.
“Kemendikbud telah menetapkan program SPAB sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan dampak bencana di satuan pendidikan dengan tujuan meningkatkan sumber daya di satuan pendidikan dalam menanggulangi dan mengurangi resiko bencana, melindungi investasi pada satuan pendidikan agar aman terhadap bencana, meningkatkan kualitas sarana dan prasarana satuan pendidikan agar aman terhadap bencana, memberikan perlindungan dan keselamatan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dari dampak bencana di satuan pendidikan,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Yen, SPAB juga bertujuan untuk memastikan keberlangsungan layanan pendidikan pada satuan pendidikan yang terdampak bencana.
“Memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan karekteristik resiko bencana dan kebutuhan satuan pendidikan juga memulihkan dampak bencana di satuan pendidikan, serta membangun kemandirian satuan pendidikan dalam menjalankan program SPAB,” jelasnya.
Yen menambahkan, untuk mencapai tujuan tersebut, dirinya secara rutin melakukan sosialisasi, edukasi dan kampanye publik/sosial media terkait SPAB, peningkatan keterampilan dan kapasitas warga satuan pendidikan dalam penyelenggaraan SPAB, pengecekan sarana dan prasarana keselamatan, penyusunan uji prosedur tetap/PROTAP, serta mengecek kesiapan personil dan pengecekan logistik peralatan kebencanaan yang ada di satuan pendidikan.
“Kita lakukan uji sistem dan alat peringatan dini, pengecekan jalur, rambu dan tempat evakuasi yang ada di satuan pendidikan, dan latihan penyelamatan diri, evakuasi mandiri dan simulasi kebencanaan,” ujarnya. (HB/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.