Menu

Mode Gelap
Ada Pulau Merak Kecil dan Besar, Cilegon Punya Potensi Pariwisata Seperti Sentosa Island Gelar Demo, Warga Korban Pemagaran dan Pensiunan KS Minta Walikota Cilegon Hadir di Tengah Permasalahan Layaknya Nyoblos Presiden, Warga Kadipaten Menggelar Pemilihan Ketua RT dan RW Secara Langsung Usai Sukses Gelar Khitan Massal, Sanuji Agendakan Nikah Massal PMK Pada Hewan, Presiden: Segera Berikan Vaksin

Pemerintahan · 3 Jun 2020 13:27 WIB ·

Belum Ada Perdes, Surat Permohonan Pengelolaan Limbah dari Pemdes Argawana ke Perusahaan Beredar


 Belum Ada Perdes, Surat Permohonan Pengelolaan Limbah dari Pemdes Argawana ke Perusahaan Beredar Perbesar

SERANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Argawana, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, diketahui baru saja melayangkan surat kepada beberapa perusahaan yang ada di wilayahnya pada tanggal 26 Mei 2020 yang lalu.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Saifudin (PJ Kepala Desa) tersebut berisi tentang permohonan pengelolaan limbah, barang bekas, dan besi tua (scrap).

Surat dengan kop surat Pemdes Argawana itu juga dimaksudkan dalam rangka pengelolaan potensi wilayah, serta peningkatan anggaran pendapatan Desa demi terealisasinya kegiatan pembangunan di masyarakat.

Menurut keterangan salah satu staf di Lingkungan Pemdes Argawana, dirinya mengaku tidak tahu persis maksud dan tujuan dari di layangkan surat.

“Belum begitu tau yah, karena yang bikin itu kan Pak Kepala Desa yah. Sekilas saya baca, intinya terkait untuk limbah, kalo bisa pihak Pemerintah Desa yang mengelola. Kalo bisa itu kan permohonan atau apa ya saya lupa itu,” ujar sumber yang tidak ingin disebut namanya, Rabu (3/6/2020) saat dikonfirmasi via seluler.

Ditanya mengenai bagaimana tanggapan dari pihak perusahaan dan sejumlah pengusaha terkait adanya surat tersebut, dirinya mengaku tidak tahu menahu.

“Kurang tau juga, mungkin Pak PJS, mungkin sudah berkordinasi atau gimana dengan beberapa perusahaan. Saya juga belum tau persis,” ucapnya.

Dirinya tidak menampik, bahwasanya surat yang dilayangkan tidak memiliki dasar yang jelas.

“Hanya permohonan saja sih kalo menurut saya mah. Kalo Undang-undang Desa, kalo mengacu kesitu, mungkin itu apa yah, itu untuk itunya belum itu sih, belum kita buat itunya. Kita belum ada. Makanya Bapak PJS dateng, minta dibuatkan Perdes. Yang namanya Perdes tentang kewenangan Desa terkait masalah itu, kan itu biasanya dari kepala yang baru, buat RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa), terus RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa), dan Perdes (Peraturan Desa),” jelasnya.

Diketahui surat tersebut diantaranya diantarkan kepada PT Maju Maritim Indonesia, PT Harapan Tehnik Shipyard, PT Duta Sugar International, dan PT Cilegon Fabricators.

Dalam surat disebutkan, bahwa dalam setiap proses peralihan hal milik yang berkedudukan di wilayah Desa Argawana, dimohon adanya koordinasi dengan Pemerintah Desa.

Selain itu poin kedua menyebutkan, bahwa dalam setiap barang limbah, barang bekas, dan besi tua (scrap) yang sudah tidak berfungsi, dimohon untuk di kelola dan dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa. (Red)

Artikel ini telah dibaca 967 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dinas Tenaga Kerja Latih 40 Peserta Calon Satpam Gada Pratama 232 JP

12 Agustus 2022 - 20:46 WIB

Dinas Koperasi dan UMKM Maksimalkan Pembinaan Pelaku UMKM Cilegon

12 Agustus 2022 - 20:37 WIB

Usai Sertijab, Heni Minta Pegawai Segera Bekerja Sesuai Tupoksi

12 Agustus 2022 - 20:25 WIB

Ikut Indonesia Expo, Stand UMKM Cilegon Diminati Pengunjung

9 Agustus 2022 - 17:39 WIB

Walikota Cilegon Tolak Penghapusan Honorer Pada Rakernas APEKSI

8 Agustus 2022 - 21:07 WIB

Ketidak Hadiran Walikota Pada Rapat KUA PPAS Disoal

8 Agustus 2022 - 14:50 WIB

Trending di Pemerintahan
error: Content is protected !!