Menu

Mode Gelap
Ada Pulau Merak Kecil dan Besar, Cilegon Punya Potensi Pariwisata Seperti Sentosa Island Gelar Demo, Warga Korban Pemagaran dan Pensiunan KS Minta Walikota Cilegon Hadir di Tengah Permasalahan Layaknya Nyoblos Presiden, Warga Kadipaten Menggelar Pemilihan Ketua RT dan RW Secara Langsung Usai Sukses Gelar Khitan Massal, Sanuji Agendakan Nikah Massal PMK Pada Hewan, Presiden: Segera Berikan Vaksin

Headline · 4 Okt 2019 08:05 WIB ·

Berkedok Salon, Polres Cilegon Bongkar Tempat Prostitusi Pijat Plus-plus di Kerenceng


 Berkedok Salon, Polres Cilegon Bongkar Tempat Prostitusi Pijat Plus-plus di Kerenceng Perbesar

CILEGON – Berkedok salon kecantikan, MYI (25) diamankan Satuan Reskrim (Satreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Cilegon karena sudah melakukan perdagangan orang.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Zamrul Aini mengatakan, berdasarkan laporan warga, Salon Maya yang berlokasi di Lingkungan Kerenceng, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Cilegon sering melayani jasa prostitusi dengan melakukan pijat plus-plus kepada para pelanggan atau tamunya. MYI diamankan petugas pada Selasa (1/10/2019), dialamat tersebut.

“Pemilik Salon Maya tersebut berinisial MYI (25), pelaku melaksanakan aksinya dengan cara merekrut enam orang karyawan yang berinisial YN, AI, NR, RA, dan WA, kemudian disalon tersebut para korban disuruh melayani prostitusi kepada para tamunya dengan tarif Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah) sampai dengan Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah),” katanya, Jumat (4/10/2019).

Ia juga mengatakan, setelah para karyawan salon tersebut selesai melayani jasa prostitusi kepada para tamu, mereka diharuskan untuk menyetorkan uang sebesar Rp100.000 (seratus ribu rupiah) kepada tersangka dan dicatat di pembukuan salon.

“Kemudian kita mengamankan barang bukti yang ada disalon tersebut, yaitu uang tunai, hand body, pembukuan salon, dan kunci pintu Salon Maya. Untuk saat ini, pelaku dan korban sudah kita amankan,” ungkapnya.

Atas perbuatan tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 2 Undang-undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman minimal 3 (tiga) tahun penjara, maksimal 15 (lima belas) tahun penjara. (ZEP/Red)

Artikel ini telah dibaca 5.224 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bersih-bersih Situ Rawa Arum, Pemkot Cilegon Wacanakan Jadi Destinasi Wisata

4 Agustus 2022 - 14:15 WIB

Bekuk Pengoplos Air Galon, Polres Cilegon Minta Masyarakat Teliti Saat Membeli

22 Juli 2022 - 12:12 WIB

Janji Realisasikan Betonisasi Jalan Akses Panggungrawi Tahun Ini, Kepala DPUTR Siap Mundur Jika Gagal

21 Juli 2022 - 20:04 WIB

Terkait Jalan Rusak di Panggungrawi, Sanuji Wacanakan Bangun Melalui Bantuan CSR

20 Juli 2022 - 14:42 WIB

Hasil Donasi Elemen Masyarakat dan Wartawan Cilegon, Nenek Muhayanah Tak Lagi Tinggal di Gubuk

16 Juli 2022 - 12:49 WIB

Kenalan di FB Kemudian Dicekok Anggur Merah, 5 Pemuda Cabuli Anak 15 Tahun

12 Juli 2022 - 12:53 WIB

Trending di Headline
error: Content is protected !!