PANDEGLANG – Sejumlah mahasiswa dan Pemuda Pandeglang melakukan aksi sosial pengumpulan dana di Alun-alun Pandeglang, Senin (21/9/2020).

Pengumpulan dana tersebut untuk kepulangan salah satu TKI yang menjadi korban penipuan agen penyaluran tenaga kerja.

Dari data yang dihimpun, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban penipuan tersebut adalah Budi Utama Hakim warga Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, yang saat ini berada di Suriname dijanjikan untuk bekerja menjadi pelaut, namun pada saat datang ke lokasi ternyata tidak sesuai dengan perjanjian.

Koordinator lapangan peduli TKI, Fikri Anidzar Albar menuturkan, pihaknya mengira pemerintah Kabupaten Pandeglang kurang bertanggung jawab terhadap keberadaan warganya yang menjadi TKI, sehingga pihaknya berinisiatif untuk membantu warga dengan cara melakukan aksi sosial tersebut.

“Pemerintah daerah kami sudah upayakan untuk melakukan koordinasi dan meminta bantuan, namun pemerintah daerah belum memberikan tindakan apapun mengenai kepulangan TKI itu, karena ini adalah korban dari agen penyaluran tenaga kerja yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Fikri mengatakan, Budi yang diberangkatkan oleh PT. Berjaya Putra Mandiri, yang beralamat Bekasi Town Square (BETOS) di Jl. Cut Mutiah Blok D6 Bekasi Indonesia. Pada bulan Februari 2020. Namun, agency perusahaan ini tutup, atau diduga agency perusahaan illegal.

“Budi Utama Hakim, melarikan diri dari mes agency perusahaan di Suriname karena kontrak kerja yang ditanda tangani tidak sesuai, yang semestinya menjadi Pelaut, budi malah menajdi tukang sapu gudang selama tiga bulan lamanya,” katanya.

Menurutnya, turun ke jalan meminta sumbangan kepada pengendara roda dua mauapun roda empat agar bisa membantu memulangkan budi, merupakan solusi terakhir dan efektif yang bisa dilakukan.

“Mengingat, KBRI tidak bisa memulangkan dengan alasan tidak ada biaya dan ketika TKI ingin pulang maka harus ongkos sendiri. Diketahui ongkos perjalanan udara dari bandara Surine ke soekarno hatta kurang lebih 17 juta rupiah,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Pandeglang, Dadun Kohar menuturkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait keberadaan TKI tersebut dan berupaya untuk melakukan pemulangan TKI, selain itu dirinya juga mengapresiasi pemuda yang peduli melakukan aksi sosial pemulangan TKI

“Kita sudah lakukan koordinasi secara procedural, namun TKI yang ada di Suriname ini ternyata berangkatnya illegal tidak tercatat di Disnakertans, tahu-tahu sudah ada di Suriname dan bermasalah, ini tidak semudah membalikan telapak tangan, saya apresiasi kepada pemuda yang melakukan aksi sosial,” katanya. (De/red)