Warga Cibadak Pandeglang, Keluhkan Jauhnya Jarak Pengambilan BST
PANDEGLANG – Sejumlah warga Desa Cibadak Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang mengeluhkan jauhnya jarak pengambilan Bantuan Sosial Tunai (BST), karena akses jalan yang ada di wilayah tersebut juga tergolong rusak.
Dari keluhan tersebut, warga meminta pihak Kecamatan Cimanggu dan pihak BRI untuk melakukan upaya jemput bola kepada warga Cibadak, sebab terdapat ratusan penerima manfaat yang ada di desa tersebut tidak bisa menempuh jarak yang jauh lantaran lanjut usia.
Salah seorang warga Desa Cibadak, Murod mengatakan, dirinya merasa sedikit keberatan dengan jarak tempuh pengambilan bantuan sosial tunai, sebab harus belasan kilometer untuk mengambil bantuan yang tidak bisa diwakilkan tersebut.
“Seandainya bisa sistim jemput bola mah saya yakin banyak yang mendukung, karena dari sini (Desa Cibadak – Red) ke kecamatan juga jauh, ke BRI jauh, kalau tidak salah jaraknya dari Desa Cibadak ini sampai 12 kilometer, jangan disamakan 12 km di sini dengan di kota Pandeglang, di sini mah jalannya rusak,” ucapnya kepada harianbanten.co.id, Senin (1/6/2020).
Menurutnya, pemerintah kecamatan bisa memfasilitasi untuk melakukan jemput bola, sebab itu merupakan salah satu kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat yang sudah digaji negara.
“Saya hanya meminta pihak BRI dan kecamatan untuk bersama-sama mendatangi Desa Cibadak sekaligus melihat kondisi warga di sini, kiita datang ke kecamatan atau ke BRI itu kan bisa mengeluarkan ongkos yang cukup besar juga,” ujarnya.
Sementara itu, menaggapi keluhan masyarakat tersebut, Camat Cimanggu, Hadi Patoni menuturkan, dirinya sudah mengupayakan agar bisa menjemput bola sebagai bentuk pelayanan untuk masyarakat penerima manfaat BST, tinggal menunggu kepastian jadwal saja.
“Sudah dikoordinasikan dengan pihak BRI Labuan, insya Allah bisa tunggu jadwa dari BRI Labuan untuk Desa Cibadak,” tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, Yadi Rusmiadi mengatakan, dirinya sangat berharap desa yang termasuk kategori tertinggal tersebut bisa diberikan pelayanan oleh pemerintah setempat, dirinya mendorong agar penyaluran BST untuk Desa Cibadak bisa dilakukan di Desa Cibadak.
“Saya minta untuk dibantu ketika ada aspirasi masyarakat seperti ini, kita juga harus paham sebagai pelayan masyarakat, saya juga sebagai penampung aspirasi masyarakat, karena kenapa Cibadak ini bertahan, KPM-nya ratusan belum lagi yang sudah tua tidak bisa naik kendaraan, belum lagi kondisi jalannya memprihatinkan,” katanya. (De/red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.