Inilah Klarifikasi KT Mariam Baja Terkait Hadiah Turnamen
CILEGON – Pengurus Karang Taruna Kota Cilegon bersama Ketua Karang Taruna Kecamatan Citangkil dan Ketua Karang Taruna Cibeber mendatangi Sekretariat Karang Taruna Kelurahan Tegalratu.
Kedatangan mereka adalah untuk meminta klarifikasi terkait adanya desas – desus ada kekisruhan terkait pembagian hadiah pada saat turnamen beberapa waktu lalu.
Ketua Karang Taruna Kota Cilegon H. Rahmatullah alias Bung Robet mengatakan, kedatanganya bersama pengurus KT yang lain adalah untuk mengetahui adanya persoalan pembagian hadiah yang mana ada salah satu orang pemuda menduga ada pembohongan terkait pembagian hadiah tersebut.
“Ya, kedatangan kami ke sekretariat KT Tegal Ratu adalah untuk mengetahui apa yang menjadi sebab persoalan itu timbul, dari paparan yang dilakukan pengurus akhirnya kami menarik kesimpulan cuma hanya adanya mis komunikasi saja, antara panitia penyelenggara dan pemuda tersebut, tapi pada intinya ini sebagai koreksi bagi penyelenggara,”katanya.
Sementara itu Alwi selaku pengurus Karang Taruna Mariam Baja Kelurahan Tegalratu menjelaskan, terkait hadiah yang di anggap membohongi masyarakat (publik). Kami pihak panitia karang taruna sebetulnya sudah membahasnya lima hari sebelum pertandingan dimulai yaitu pada saat kick of meeting pada tanggal 25 oktober 2019 yang bertempat di aula kelurahan tegal ratu, yang dihadiri oleh masing masing team yg akan bertanding.
“Disitu dilakukan pembahasan antara karang taruna dan semua utusan masing masing team yang akan bertanding mengenai hal hal yang berkaitan dengan turnamen, ada beberapa poin yang kita hasilkan dalam meeting tersebut salah satunya mengenai hadiah turnamen. dalam meeting tersebut dibahas bahwa hadiah tidak mengikat karena karang taruna adalah organisai sosial yang pembiayaanya dihasilkan dari proposal yang didapatkan dari pihak seponsor / industri, jadi besar kemungkinanya panitia tidak bisa memenuhi sesuai panflet. Dan pada saat itu tidak ada penolakan dari utusan team yang ada. Kita ada daftar hadir dan notulenya ko, sekitar 90% dahadiri oleh masing masing utusan,”katanya.
Alwi melanjutkan, adanya ketidakpuasan dari salah satu tim itu kami anggap wajar karena ketika acara tehnikal meting di gelar yang bersangkutan tidak hadir.
“Pada saat TM yang bersangkutan tidak hadir sehingga dia punya penafsiran sendiri terkait hadiah sehingga banyak dari masyarakat yang ikut menanyakan juga kepada kami perihal hadiah tersebut, karena isu ini ramai dimasyarakat akirnya kami mengundang RT sekelurahan tegalratu di sekertariat karangtaruna pada malam kamis tanggal 27 november 2019.
“Dalam rapat tersebut kami menjelaskan bahwa untuk hadiah kita sudah membahasnya pada saat tecnical meeting, mungkin dari perwakilan yang diutus tidak menyampaikan ke pihak official team / RT masing masing Team. Alhamdulillah pada rapat tersebut semua pihak rt atau perwakilannya sudah memahami dan legowo. Namun sayang dia mengaku utusan dari RT 04 RW 02 link Kubangsaron berisi keras agar panitia memberikan sisa hadiah uang sesuai famplet yang di sebar pihak panitia atau panitia harus meminta maaf melalui media online, Seharusnya kalo mau keberatan atau protes atau ada saran harusnya itu disampaikan pada saat technical meeting bukan pada saat turnamen berjalan, apa lagi selesai turnamen,”katanya.
“Perlu saya sampaikan yang bersangkutan sendiri bukan dari tim official pemenang dia hanya mengaku ngaku saja sebagai official. Kami dari panitia sebetulnya bertanya tanya ada apa sih ini, ko tidak bisa di ajak musyawarah secara kekeluargaan, dan ternyata momen ini dijadikannya secara tidak langsung menjatuhkan nama baik karang taruna di masa kepemimpinan sekarang, karna pada 01 desember 2019 ini berakhirnya masa jabatan 2016-2019. beberapa hari yang lalu kami karang taruna di panggil pihak kelurahan.
Bahkan dia menekan pihak kelurahan agar segera di adakan temukarya,”imbuhnya.
Masih dikatakan Alwi, Karangtaruna akan mengadakan temu karya di awal tahun depan 2020 karna perlu banyak persiapan persiapan untuk membuat laporan pertanggung jawaban (LPJ) selama 3 tahun kepengurusan karang taruna. Dan sodara matin terus menekan pihak kelurahan agar disegerakan temukarya.
“loh ini kan lucu sebetulnya ada apa sama anak ini sehingga menggebu gebu ingin di adakan temukarya secepatnya. Padahal kan temukarya itu sudah di atur melalu AD ART Karangtaruna bukan se enaknya. Dalam hal ini dia sengaja membesar besarkan padahal yang sebenarnya sudah selesai pada saat tecnikal meeting, sehingga kami berpendapat kemungkinan ada unsur politik untuk kepentingannya mencalonkan diri sebagai ketua kwarang Taruna 2020- 2022. disini sudah jelas bahwa beliau punya arogansi mencalonkan diri untuk menjadi ketua Karangtaruna,”tukasnya. (Red)




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.