Poros Perubahan Pecah Ditengah Jalan
CILEGON – Ketua DPD PAN Kota Cilegon, Alawi Mahmud, menilai misi politik semangat perubahan yang semula di suarakan oleh tokoh lintas figur dan lintas partai tampak mulai pudar. Kuatnya ego personal beberapa pihak yang memiliki misi politik semangat perubahan dalam pilkada, ego sektoral tokoh perubahan, serta ego institusi membuat Alawi khawatir misi politik semangat perubahan memudar.
Oleh karena itu, Alawi mengingatkan kembali para tokoh lintasfigur dan lintaspartai untuk tetap konsisten mengusung misi politik semangat perubahan yang dulu disepakati dan didengungkan.
“Saya mengkhawatirkan sikap ego itu bisa mempengaruhi semangat perubahan. Jangan-jangan, misi perubahan yang digaung-gaungkan akan kandas di tengah jalan. Ini saya sampaikan bukan untuk mengkoreksi, tetapi mengingatkan kembali dari mana kita berangkat dan apa yang kita tuju. Jangan sampai, kena angin sana-sini sehingga melupakan misi kebersamaan tadi,” kata Alawi, di Sekretariat DPD PAN Kota Cilegon, Minggu (17/5/2020) kemarin.
Alawi menambahkan, adanya indikasi campur tangan yang semakin kuat dari pihak luar Kota Cilegon menjadi salah satu penyebab pudarnya misi perubahan.
“Menurut saya, ini merupakan langkah-langkah gila yang sudah di tempuh, sebab parameter yang saya rasakan adalah tidak lagi menggunakan parameter orang lain. Diri saya sebagai masyarakat Kota Cilegon, ketika Cilegon diatur oleh orang luar Cilegon rasanya keberatan,” ucapnya.
Alawi juga mengungkapkan kekhawatirannya dalam misi mengusung poros perubahan pudar di tengah jalan, karena ada ego personal, ego sektoral dan ego institusi.
“Pada kesempatan kali ini, saya ingin sekali mengingatkan kepada teman – teman yang mempunyai misi mengusung poros perubahan, kalau kami PAN tetap berkomitmen dalam menjalankan misi poros perubahan,” ungkapnya.
Dia juga mengapresiasi atas pernyataan dari Incumbent yang menegaskan akan menggandeng pasangan asli orang pribumi dan sekaligus menyayangkan bagi partai yang menggandeng bukan asli orang pribumi.
“Saya sekarang malah mengapresiasi apa yang disampaikan Ibu Ati Marliati, yang berkomitmen akan menggandeng orang asli pribumi, daripada mengusung orang yang bukan dari pribumi,” terangnya.
Untuk PAN saat ini, sudah mengusung satu nama H. Iye dengan dukungan delapan kursi dari PAN, PPP dan Demokrat dan memastikan bahwa satu nama lainnya akan dimunculkan dari orang Pribumi Cilegon.
“Namanya sudah kita bungkus untuk mendampingi H. Iye, tapi belum bisa disampaikan nama tersebut, dan pada waktunya nanti kita akan buka ke publik siapa orang yang tepat mendampingi H. Iye,” tegasnya.
Sekretaris DPD PAN Hasbudin yang juga Ketua Komisi III menyampaikan, yang dimaksud mengusung perubahan tersebut adalah membutuhkan energi baru dan karakter baru serta orang-orang yeng memiliki komitmen untuk membangun bangsa dan daerah, paling tidak orang tersebut memiliki sejarah dan darah Cilegon.
“PAN mengajak kepada semua para kasepuhan, para tokoh-tokoh politik yang memang memiliki pemikiran yang sama, justru kita mengajak bergabung dan saat ini belum terlambat,” ujarnya.
Hasbudin juga menambahkan, mengingat waktu masih belum terlambat dan berharap ada sosok perubahan yang membangun Kota Cilegon menjadi lebih baik.
“Kita lebih dulu bicara perubahan, kita ngajak untuk bergabung untuk mempelopori perubahan di Kota Cilegon dan berharap bakal calon bisa bergabung, bicara siapa yang jadi C1 dan C2 bisa duduk bersama untuk menentukannya,” tegasnya.
Hal senada juga ditegaskan Saiful Asas Ketua Tim Penjaringan PAN berkomitmen menjalankan misi poros perubahan.
“Sekedar menambahkan dan menegaskan bahwa misi poros perubahan kami pegang teguh, dan pada intinya PAN siap jadi lokomotif perubahan di Kota Cilegon,” katanya. (red)




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.