SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyebutkan bahwa, peningkatan kasus pandemi Covid-19 di Banten diakibatkan karena dibukanya tempat wisata saat momen libur lebaran 2021. Bahkan ia menilai, kesadaran masyarakat Banten masih meremehkan terhadap protokol kesehatan, hal tersebut turut membuat lonjakan kasus Covid-19 yang lebih signifikan dalam satu bulan terakhir.

Diketahui saat ini, kasus Covid-19 di Provinsi Banten membuat seluruh kabupaten/kota berubah statsu menjadi zona orange. Bahkan, bed occupancy rate (BOR) atau keterisian hunian tempat tidur pasien telah mencapai 80 persen.

“Makanya wisata gua tutup lu dukung. Kemarin terbuka banget. Orang bebas, terus juga pasar rame, mall rame. Yah jadi covid naik lagi,” ucapnya kepada awak media, Selasa (22/6/2021).

“Kan udah dibilang jangan ada wisata dulu, karena pasti ada resiko itu (lonjakan). Mudik ga boleh, wisata boleh, itu orang pada dempetan di pantai. Kagak nurut sih dibilanginnya,” imbuhnya.

Bahkan, pria yang akrab disebut WH ini pun menyampaikan, jika keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di Banten sudah mencapai 80 persen. Sementara Kota Tangerang menjadi daerah dengan bed occupancy rate tertinggi di Banten yang mencapai 90 persen. “Tulis gede-gede, Banten juga terkena covid. 80 persen sekarang (rumah sakit) penuh. Bahkan rumah sakit di Kota Tangerang sudah 90 persen lebih, sudah susah cari kamar,” ujarnya.

Ia pun menilai, jika pelaksanaan PSBB hingga PPKM yang dilakukan selama ini masih tidak berjalan efektif. Hal itu terbukti dari masih seringnya terjadi kerumunan di sejumlah tempat-tempat publik.

“Yah selama ini ga efektif, itu buktinya orang bolak-balik, ga efektif (PSBB dan PPKM). Ga efektifnya orang keluar masuk, mudik diem-diem. Acara pernikahan, perkawinan juga bebas, ada dangdutan juga. Menurun kesadaran masyarakat,” paparnya.

Kendati demikian, Wahidin pun menegaskan, jika pihaknya akan terus berkoordinasi sambil menunggu intruksi dari pemerintah pusat terkait langkah-langkah yang harus dilakukan pihaknya dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Tetapi kita tetap menunggu dan minta petunjuk pusat. Lockdown, PSBB apa PPKM,” tandasnya. (HRS/Red)