Pemprov Banten Terima 5 Sertifikat Warisan Budaya Takbenda 2024
HARIANBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menerima pengakuan nasional atas kekayaan budayanya dengan ditetapkannya lima Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Sertifikat penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, dalam acara Apresiasi Warisan Budaya Indonesia 2024 di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu malam (16/11).
Kelima WBTb dari Banten yang diakui adalah Kacapi Buhun, Golok Sajira, Jojorong, Gotong Toapekong 12 Tahunan, dan Carita Pantun Baduy.
Hasil Kolaborasi untuk Melestarikan Budaya
Al Muktabar mengungkapkan rasa terima kasih atas penghargaan ini, yang ia sebut sebagai hasil kolaborasi antara seniman, komunitas budaya, dan berbagai pihak lainnya. “Ini merupakan bentuk apresiasi terhadap identitas budaya Banten yang kaya dan beragam. Kami akan terus menjaga dan mengembangkan warisan ini agar tetap lestari,” ujarnya.
Menteri Kebudayaan: Warisan Budaya Adalah Identitas Bangsa
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa warisan budaya tak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga aset yang mencerminkan identitas bangsa.
“Di setiap karya seni, tarian tradisional, hingga cerita rakyat, kita menemukan nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman,” jelasnya.
Fadli juga menyoroti pembentukan Kementerian Kebudayaan sebagai wujud komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi dan memanfaatkan budaya sebagai bagian dari pembangunan bangsa.
272 Warisan Budaya Baru Ditambahkan Tahun Ini
Direktur Perlindungan Kebudayaan, Judi Wahjudin, menjelaskan bahwa pada tahun 2024, terdapat 272 WBTb baru yang ditetapkan dari total 668 usulan yang diajukan. Hingga saat ini, total WBTb Indonesia mencapai 2.213.
Selain itu, 17 sertifikat cagar budaya peringkat nasional juga diserahkan dalam acara tersebut, mencakup berbagai kategori seperti benda, struktur, bangunan, situs, dan kawasan.
Momentum untuk Melestarikan Budaya
Acara ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan mempromosikan warisan budaya Indonesia. “Sebagai bangsa yang kaya budaya, kita bertanggung jawab memperkenalkannya kepada dunia. Kekayaan budaya ini adalah aset tak ternilai yang harus terus kita lestarikan,” tutup Fadli Zon. (Red)




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.