HARIANBANTEN.CO.ID – Ratu Amalia Hayani resmi menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Cilegon. Ia terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang digelar di Hotel Grand Mangku Putra, Minggu (9/8/2026).

Usai terpilih, Ratu Amalia langsung menyiapkan sejumlah langkah untuk membenahi organisasi. Konsolidasi internal dan revitalisasi kepengurusan menjadi agenda awal yang akan dilakukannya.

Ratu Amalia mengatakan dirinya akan mengevaluasi struktur kepengurusan untuk memastikan jajaran partai diisi kader yang memiliki loyalitas dan tanggung jawab.

“Sesuai arahan Ketua DPD I adalah revitalisasi kepengurusan. Kita akan lihat kepengurusan, yang memiliki loyalitas, tanggung jawab itu yang akan kita tempatkan dalam kepengurusan,” kata Ratu Amalia.

Menurutnya, pembenahan organisasi tidak hanya dilakukan di tingkat DPD II. Struktur Golkar di tingkat kecamatan hingga kelurahan juga akan menjadi bagian dari evaluasi.

Ratu Amalia menyebut dinamika dan perbedaan pandangan merupakan hal yang biasa terjadi dalam sebuah organisasi politik. Namun, ia menegaskan kader tetap harus menghormati keputusan yang telah ditetapkan partai.

“Sebetulnya di setiap partai itu ada kader yang membelot. Tadi kita lihat, yang loyal itu yang akan kita libatkan, yang tidak ya akan kita lepas,” ujarnya.

Andika Minta Struktur Diperkuat

Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Banten Andika Hazrumy turut memberikan arahan kepada kepengurusan baru Golkar Cilegon.

Andika meminta Ratu Amalia segera melakukan pembenahan organisasi hingga ke tingkat paling bawah. Menurutnya, kader yang tidak bekerja atau tidak menjalankan keputusan partai harus dievaluasi.

“Kepengurusan kemarin yang tidak jalan, yang tidak berkontribusi, sesudah partai tetapkan keputusan tidak dijalankan, saya minta harus diganti,” tegas Andika.

Dia mengatakan perbedaan pendapat di internal partai merupakan hal yang wajar. Namun, setelah keputusan organisasi ditetapkan, seluruh kader harus menjalankannya.

“Golkar walaupun beda orang, pemikiran, keputusan, tapi ketika sudah diputuskan mereka harus patuh menjalankan perintah tugas,” katanya.

Andika juga mendorong agar kepengurusan baru diisi kader yang lebih aktif, memiliki kemampuan, serta loyal terhadap partai.

“Harus segera diganti. Yang tidak bekerja, yang tidak maksimal, atau istilahnya tidak menjalankan perintah partai diganti. Yang lebih muda, fresh, berani, loyal,” ujarnya.

Dengan terpilihnya Ratu Amalia secara aklamasi, Golkar Cilegon kini memiliki nahkoda baru. Konsolidasi dan revitalisasi struktur organisasi menjadi pekerjaan awal yang akan menentukan langkah partai menghadapi agenda politik ke depan. (AFD/Red)