Atasi Banjir Cilegon, Gorong-gorong Tol Tangerang-Merak Bakal Diperbesar
HARIANBANTEN.CO.ID– Pemerintah Kota Cilegon menggandeng pengelola Tol Tangerang-Merak untuk mengatasi persoalan banjir di sejumlah wilayah. Salah satu langkah yang disiapkan yakni memperbesar kapasitas gorong-gorong yang melintasi ruas tol.
Perbaikan tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada awal Oktober 2026. Proses pengerjaan diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan, dengan penghentian sementara selama periode Natal dan Tahun Baru.
Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Cilegon Robinsar kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cilegon untuk mengajukan permohonan peningkatan kapasitas gorong-gorong Jalan Tol Tangerang-Merak.
Permohonan tersebut dituangkan dalam surat Wali Kota Cilegon Nomor 600.1.4.1/1160/DPUPR tentang Permohonan Peningkatan Kapasitas Gorong-gorong Jalan Tol Tangerang-Merak.
Sebelumnya, Robinsar meninjau langsung sejumlah lokasi yang terdampak banjir. Dari peninjauan itu ditemukan adanya penyempitan aliran air pada bagian gorong-gorong yang melintasi ruas tol.
Kondisi tersebut diduga turut memengaruhi terjadinya genangan di kawasan Perumahan Metro Cilegon.
Menindaklanjuti surat Pemkot Cilegon, PT Marga Mandalasakti selaku pengelola Jalan Tol Tangerang-Merak melalui Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak menggelar pertemuan dengan Robinsar di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Kamis (3/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Astra Infra memaparkan hasil kajian konsultasi hidrologi pada section Cilegon. Kajian dilakukan sebagai tindak lanjut atas kejadian banjir dan genangan di sejumlah titik.
Construction & Maintenance Management Planning Analyst Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak Agus Budiyanto mengatakan kajian tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab banjir sekaligus mengevaluasi kapasitas sistem drainase dan cross drain.
“Fokus kajian meliputi identifikasi penyebab, evaluasi kapasitas sistem drainase dan cross drain, serta usulan penanganan pada masing-masing lokasi,” kata Agus.
Menurut Agus, kajian hidrologi tersebut mencakup 11 titik banjir dan genangan di Ruas Tol Tangerang-Merak.
Kajian juga memperhatikan kondisi geometrik jalan di lokasi yang ditinjau, mulai dari profil memanjang atau longitudinal profile hingga potongan melintang atau cross section.
“Kami juga melihat karakteristik aliran pada bagian inlet dan outlet, khususnya potensi turbulensi yang dapat memengaruhi kehilangan energi (head loss), kapasitas aliran, serta kinerja bangunan drainase secara keseluruhan,” jelasnya.
### Gorong-gorong Dibersihkan dan Dievaluasi
Astra Infra juga melakukan evaluasi terhadap kapasitas hidrolis gorong-gorong eksisting. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan setelah pembersihan sedimen.
“Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan kapasitas aliran setelah kegiatan pemeliharaan, sehingga dapat diketahui efektivitas penanganan terhadap kapasitas gorong-gorong yang ada,” ujar Agus.
Sementara itu, Operation Management Department Head Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak Emon Sukarya mengatakan persoalan banjir tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperbaiki satu titik.
Menurutnya, penanganan harus melihat keterkaitan wilayah hulu dan hilir agar solusi yang diterapkan tidak memunculkan persoalan baru.
“Masalah banjir ini adalah masalah antara hulu dan hilir. Harapan kami, kita tidak hanya memperbaiki di wilayah kami saja, tetapi jangan sampai penanganan tersebut justru menimbulkan masalah baru di luar,” kata Emon.
“Karena itu, integrasi terkait penanganan ini harus dilakukan secara komprehensif,” sambungnya.
### Perbaikan Dimulai Oktober
Emon mengungkapkan pekerjaan perbaikan gorong-gorong direncanakan mulai dilaksanakan pada awal Oktober 2026.
Pengerjaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Namun, pekerjaan akan dihentikan sementara selama kurang lebih 20 hari karena memasuki periode Natal dan Tahun Baru.
“Rencananya pekerjaan tersebut akan dilaksanakan di awal Oktober. Insyaallah sekitar tiga bulan. Namun, karena pada Desember akan memasuki periode Natal dan Tahun Baru, akan ada penghentian pekerjaan selama kurang lebih 20 hari,” jelasnya.
Dengan adanya penghentian sementara tersebut, pekerjaan diperkirakan dapat diselesaikan pada akhir Januari 2027.
### Robinsar: Harus Ada Pembagian Kewenangan
Wali Kota Cilegon Robinsar mengapresiasi respons Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak yang telah melakukan kajian dan menyiapkan langkah penanganan banjir.
Robinsar menyebut pembahasan tersebut secara khusus menyasar dua wilayah yang terdampak persoalan banjir, yakni kawasan Metro dan Semendaran.
“Alhamdulillah, hari ini kita dengan kawan-kawan dari Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak membahas mitigasi ataupun konstruksi dalam rangka penanggulangan banjir, khususnya yang ada di dua titik, pertama di wilayah Metro dan di wilayah Semendaran,” ujar Robinsar.
Dia mengatakan perencanaan penanganan telah dilakukan. Tahap berikutnya yakni mendorong pelaksanaan pekerjaan melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
“Perencanaannya sudah ada, tinggal eksekusinya yang insyaallah sama-sama kita akan dorong ke BPJT. Semoga di awal Oktober sudah ada perbaikan, sudah mulai progres pekerjaan,” tuturnya.
Robinsar berharap proses konstruksi dapat rampung pada awal Januari 2027.
“Dan diharapkan awal Januari 2027 konstruksi sudah selesai,” sambungnya.
Menurut Robinsar, penanganan banjir membutuhkan kolaborasi dan pembagian kewenangan yang jelas. Infrastruktur yang menjadi kewenangan pengelola tol akan ditangani Astra Infra, sedangkan persoalan yang menjadi kewenangan Pemkot Cilegon akan diselesaikan pemerintah daerah.
“Apa yang menjadi ranah tol, nanti dari Astra Infra Toll Road juga akan diselesaikan, dan apa yang menjadi ranah Pemkot, kita juga akan segera menyelesaikan,” tegasnya.
Robinsar berharap langkah tersebut dapat memberikan solusi terhadap keluhan masyarakat mengenai banjir, terutama di kawasan Metro dan Semendaran.
“Atas nama Pemerintah Kota Cilegon, kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dari Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak. Tentunya harapannya, apa yang menjadi keluhan masyarakat dengan langkah ini bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan persoalan banjir yang ada di Kota Cilegon,” pungkasnya.
Pemkot Cilegon memastikan koordinasi dengan pengelola jalan tol dan pihak terkait akan terus dilakukan. Penanganan sistem drainase akan diarahkan secara terpadu dari wilayah hulu hingga hilir guna mengurangi risiko banjir dan genangan di kawasan permukiman.(Red)




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.