SERANG – Nasib tragis harus di alami Eni Suci Suharyati, warga Kampung Bojong Bunut, Lebak Wangi, Serang, Banten.

Enam (6) bulan bekerja sebagai TKI di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) Eni mengalami berbagai bentuk penyiksaan dari majikannya.

Mulai dari dipukul, disiram air panas, di jambak, hingga dibenturkan ke tembok, Eni harus pulang dengan wajah dan tubuh penuh luka.

Bahkan Eni mengaku pernah disekap oleh majikannya di dalam kamar mandi dan diperlakukan layaknya binatang.

“Satu, dua, tiga bulan kerja, ada pukulan, jambakan rambut. Setiap hari satu kali saya dijederin ke tembok. Karena keseringan dijambak, rambut jadi rontok tipis,” ujar Eni menceritakan kisahnya di Abu Dhabi, Rabu (6/2/2019). 

Atas adanya penyiksaan tersebut, Eni merasakan gejala yang dahsyat pada tubuhnya, mulai dari badan menggigil, demam tinggi, hingga tak tau lagi rasanya fantasi.

Dalam kondisi antara hidup dan mati, Eni memberanikan diri untuk meminta majikannya membawa Eni ke rumah sakit.

Namun permintaan tersebut ibarat air di padang pasir, Eni tak pernah mendapatkan apa yang menjadi keinginannya tersebut, justru tubuh lemah wanita ini, lagi-lagi harus menerima penganiayaan dari majikannya.

“Saya bilang ‘madam (saya) telinga luka’, minta ke rumah sakit. Tapi katanya nggak boleh, saya disiram sama air panas, ngelepuh jadinya, telinga saya luka,” tutur Eni yang baru satu hari tiba di kampung halamannya.

Selama disekap di kamar mandi, sambung Eni, dirinya hanya diberi makan sepotong roti selama satu hari, dan kondisi tersebut pun, hampir membuatnya mati hingga tak sadarkan diri.

“Makan sama roti, dikasih 1 atau 2 kali. Kadang nuget kecil bekasan dia (majikan), pagi makanan di anterin, makanannya dilempar, terus saya dikunci lagi. Kayak ngasih kambing. Kadang makanannya jatuh ke lantai dan masuk lobang wc, cuma mau gimana lagi cuma itu makanan yang tersedia, jadi mau gak mau saya makan untuk bertahan hidup,” urainya mengenang masa terpahit dalam hidupnya.

“Saya mohon-mohon dipulangkan, terus dianter sama majikan, dikasih uang tiket sama uang gaji. Itu uang tiket aja kekurangan sampai saya nambahin dari gaji saya,” ujarnya yang terlihat cukup tegar menerima keadaan tersebut.

Keluarga Eni mengaku, bila Eni berangkat ke Abu Dhabi untuk menjadi TKI lewat jalur resmi.

Namun begitu melihat kondisi Eni yang pulang dengan wajah dan tubuh penuh luka, sontak seluruh keluarga kaget dan terpukul dengan kejadian yang Eni alami.

“Tadi langsung dibawa ke rumah sakit diperiksa. Keluarga nangis semua begitu pulang,” ujar Santari, Kakak Eni. (Hb/Red)