CILEGON – Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi ternama di Indonesia yang sangat peduli terhadap perkembangan dan kemajuan pendidikan tak terkecuali pendidilan literasi. Melalui Sekolah Guru Indonesia (SGI) yang merupakan organisasi pengembangan guru di bawah naungan Dompet Dhuafa Corporate University yang memiliki komitmen untuk memberi kontribusi aktif dalam perbaikan pendidikan melalui cara-cara ke-Indonesiaan dengan tujuan melahirkan ketokohan guru pemimpin yang memiliki kompetensi mengajar, mendidik, dan jiwa kepemimpinan.

Dalam rangka memperluas akses kebermanfaatan di beberapa titik di Provinsi Banten khususnya di Kota Cilegon. SGI atas dukungan Dompet Dhuafa Corporate University, bekerjasama dengan Forum TBM Kota Cilegon menyelenggarakan pelatihan literasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi pegiat literasi baik dari kalangan pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan pendidik jenjang pendidikan dasar dan menengah.

“Rekan-rekan TBM sudah saatnya di libatkan karena di kepengurusan TBM juga tidak sedikit yang berlatar belakang seorang guru,” tutur Ismet El-Siruni, ketua Forum TBM Kota Cilegon.

Salah satu program SGI adalah SGI Literat, yaitu pendampingan guru dan aktifis literasi yang memiliki pembiasaan membaca, berperan aktif dalam pemberdayaan literasi dan sanggup untuk menumbuhkembangkan budaya gemar membaca di masyarakat. Kegiatan SGI Literat ini di laksanakan di berbagai daerah di Indonesia dan salah satunya di Provinsi Banten khususnya di Kota Cilegon.

SGI Literat adalah program pembinaan Guru khusus literasi yang berlangsung selama 7 pekan terbagi menjadi 3 hari karantina dan 1,5 bulan pendampingan projek literasi di wilayah masing-masing. Program SGI Literat hadir bersama guru-guru hebat dan pengelola taman baca di Kota Cilegon. Bersama trainer dan fasilitator dari Sekolah Guru Indonesia, Studium General SGI Literat Kota Cilegon yang di selenggarakan pada kamis, 29 Agustus 2019 di Aula Dinas Pendidikan Kota Cilegon, dihadiri Pengurus SGI Pusat, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Kepala Bidang PNFI Kota Cilegon, Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana PNFI Kota Cilegon, Ketua Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kota Cilegon dan Ketua Forum TBM Kota Cilegon.

Antusias tinggi dan keinginan belajar terlihat jelas dari raut wajah peserta. Program ini akan memberdayakan taman baca dan juga sekolah. Harapan untuk meningkatkan literasi mulai dari lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat perlahan terwujud melalui SGI Literat. Hadirnya Taman Baca Masyarakat menjadi sarana juga untuk meningkatkan minat baca anak tentunya. Setiap peserta SGI Literat nantinya akan membuat sebuah projek pemberdayaan yang berhubungan dengan literasi.

Lalu apa keuntungan bagi peserta ketika mengikuti SGI Literat ? Pertama, ilmu tentang membaca-menulis-bercerita-mengelola taman baca. Kedua, pengalaman belajar di dalam dan luar ruangan yang menarik, berkesan, dan bermakna. Ketiga, Jaringan guru, komunitas, dan trainer pendidikan di Indonesia dan keempat, Pendampingan intensif dalam menjalankan proyek literasi.

Studium general SGI Literat Kota Cilegon di tutup dengan komitmen bersama dalam menjalankan pengembangan dan pemberdayan literasi. (rls)