CILEGON – Konsep penerapan smartcity dinilai dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan perkotaan yang berkembang sangat pesat, terlebih di wilayah-wilayah yang secara geografis memiliki posisi yang sangat strategis. Pengembangan implementasi Cilegon Smart City memasuki tahapan selanjutnya yang difokuskan pada penerapan sistem pemantauan terintegrasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Pada tahun 2018, Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik (Diskominfo) Kota Cilegon telah menetapkan quick wins implementasi Cilegon Smart City, yakni integrasi aplikasi, penerapan aplikasi pelaporan online masyarakat (aplikasi QLUE smart city), dan penggunaan Nomor Panggilan Darurat 112.

Selain itu juga telah dilakukan integrasi beberapa akses CCTV yang telah ada di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon, di antaranya adalah CCTV pada lokasi landmark Kota Cilegon dan CCTV pada lokasi alun-alun Kota Cilegon, serta CCTV pada kelurahan yang telah didorong melalui Program Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPW Kelurahan). Saat ini tools aplikasi monitoring telah dapat diakses di ruangan mini command center pada Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik (Diskominfo) Kota Cilegon.

Kepala Seksi Pelayanan e-Government Diskominfo Kota Cilegon Adi Tri Prasetyo mengatakan, dalam konteks target implementasi selanjutnya di Tahun 2019. Pemerintah Kota Cilegon menggandeng unsur akademisi dalam mendukung implementasi Cilegon Smart City.

“Saat ini yang telah dilakukan kerjasama adalah dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Ke depan akan dilakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi yang ada di Kota Cilegon. Hal ini dilakukan sebagai salah satu strategi dalam percepatan implementasi Cilegon Smart City yang telah diamanatkan dalam RPJMD Kota Cilegon 2016-2020, dimana bentuk implementasi smart city ini termaktub dalam Agenda Kelima Cilegon Berwibawa.” ungkapnya.

Menurutnya, pada saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman internet of things yang terfokus pada pemanfaatan sensor banjir.

“Saat ini sedang dilakukan pendalaman terhadap pemanfaatan Internet of Things yang difokuskan pada pemanfaatan sensor banjir, terlebih kondisi geografis Kota Cilegon saat ini berpotensi terhadap terjadinya bencana banjir di beberapa wilayah”, imbuhnya.

Ia berharap, percepatan implementasi Internet of Things ini diharapkan akan membawa dampak positif dalam mengatasi permasalahan perkotaan di Kota Cilegon.

“Diharapkan mampu menjadi quick wins implementasi Cilegon Smart City di tahun 2019, sambil secara teknis paralel dilakukan evaluasi dan optimalisasi implementasi Cilegon Smart City di tahun 2018,”terangnya.

Kepala Diskominfo Kota Cilegon Achmad Jubaedi menambahkan, upaya pencapaian Cilegon Smart City tentunya akan melibatkan seluruh stakeholder sehingga perlu adanya sinergitas dan berkesinambungan.

“Implementasi program Cilegon Smart City telah menjadi prioritas Pemerintah Kota Cilegon sehingga perlu adanya perencanaan yang matang. Keterlibatan masyarakat turut menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam pencapaian Cilegon Smart City,”tutupnya. (asp/red)