PANDEGLANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang meminta Bupati Pandeglang, Irna Narulita segera mengevaluasi kinerja pimpinan Disperindag ESDM, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Hal ini menindaklanjuti penarikan retribusi PKL Ciherang yang membuka lapak di trotoar Jalan Yusuf Martadilaga.

Wakil Ketua DPRD Pandeglang, TB Asep Rafiudin mempertanyakan, kebijakan dua dinas tersebut yang menarik retribusi para PKL Ciherang. Meski PKL telah melanggar aturan karena berjualan di trotoar.

“Terkait retribusi sudah ada Perda (peraturan daerah) atau mekanisme yang mengaturnya. Tapi kita tidak mau ada petugas sebagai penarik retribusi yang tidak memahami aturan,” kata Asep, Kamis (16/1/2020).

Untuk mengetahui penarikan retribusi pedagang, Asep meminta, Komisi II untuk memanggil jajaran Disperindag ESDM, dan DLH. “Saya sudah minta komisi terkait untuk menindaklanjuti persoalan dan permasalahan ini,” ujarnya.

Asep mengaku, akan melakukan koordinasi dengan kepala daerah menyikapi PKL Ciherang, dan mengevaluasi kinerja pimpinan dua dinas tersebut.

“Kita juga akan menegur terlebih dahulu kepada yang bersangkutan, dan akan disampaikan juga kepada bupati (Irna Narulita) terkait hal itu,” katanya.

Asep meminta, pemerintah daerah untuk menertibkan lapak para PKL Pasar Badak karena menggangu kenyamanan pengunjung pasar.

“Pemerintah harus segera mengambil tindakan dalam hal ini dinas terkait untuk menertibkan PKL dan memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki,” ucapnya.

Sebelum ditertibkan, Asep mengingatkan, pemerintah daerah untuk menyiapkan lahan relokasi para pedagang. “Jangan hanya ditertibkan, tapi harus ada solusi untuk menyiapkan tempat khusus berjualan yang layak bagi para PKL,” tuturnya.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Pandeglang, Agus Maksud mengatakan, belum mengetahui penarikan retribusi PKL di Ciherang. Meski mereka berjualan di bahu jalan. Dia menyarankan, untuk berkoordinasi dengan Disperindag ESDM dan DLH. “Belum tahu. Sepengetahuan saya sudah ada Perda K3 (Kebersihan, Keamanan dan Kenyamanan),” singkatnya. (De/Red)