HARIANBANTEN.CO.ID, CILEGON – Organisasi Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Cilegon, Melakukan aksi Cepat tanggap kepada warga minang yang tinggal di Cilegon, Kecamatan Jombang, Kelurahan Jombang Wetan dalam aksi kemanusiaan. Hal tersebut Dibuktikan Ketua IKM Muharman Koto Dengan mendatangi lokasi korban kebakaran, Senin 31 Oktober 2022.

Ketua IKM Muharman Koto mengatakan, Sebagai bentuk kepedulian sesama warga minang di Kota Cilegon kita mengunjungi lokasi kebakaran untuk melihat kondisi korban dan apa yang bisa dibantu oleh IKM.

“Kita tadi sudah melihat lihat, rumah yang terbakar dan kita sudah obrolan juga kebutuhan apa yang bisa dibantu oleh IKM, ” Katanya.

Mengenai bentuk bantuan sendiri, dijelaskan Muharman, akan dibicarakan dengan pihak korban, dan pengurus organisasi.

“Kita akan komunikasikan lebih lanjut, apa yang bisa dibantu dan apa yang menjadi kebutuhan pihak korban, pada intinya kita akan bersama – sama dalam membantu warga minang yang menjadi korban kebakaran,” katanya.

Mengenai bantuan lainnya, seperti tempat tinggal sementara, dirinya menawarkan sebuah kantor yang bisa di tempati sementara waktu oleh korban kebakaran.

“Kita siapkan tempat tinggal sementara di kantor, ada dua kamar yang bisa ditempati, namun tadi ada dari keluarganya juga yang sudah menawarkan tempat tinggal sementara,” ungkapnya.

Sementara Zulfikar, Korban kebakaran yang diakibatkan konsleting listrik mengaku hanya bisa menyelamatkan dirinya dan baju yang menempel di badang.

“Kita hanya bisa menyelamatkan badan kami dan baju yang kami pakai saja, semua yang kami punya termasuk dokumen penting dan barang berharga terbakar oleh apa,” katanya.

Diungkapkan zulfikar Kebakaran ini terjadi sekira pukul 07.30 WIB, yang diakibatkan karena konsreleting listrik.

“Sekitar setengah 8 pagi, terbakar, dan warga beramai- ramai ikut bantu memadamkan, selang beberapa menit tiga unit Mobil pemadam kebakaran datang dan berhasil memadamkan si jago merah, ” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, dua rumah di Kecamatan Jombang, Kelurahan Jombang Wetan, terbakar habis tanpa sisa. Untuk kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (HB/Red)