Sejumlah Pedagang di Pandeglang Keluhkan Sepi Pembeli
PANDEGLANG – Sejumlah pedagang yang ada di Pasar Rakyat Modern Menes mengeluhkan sepi pembeli, hal itu disebabkan karena ada surat edaran untuk tidak melakukan aktifitas di luar rumah.
Dari pantauan di lokasi, tingkat keramaian pasar diperkirakan mengalami penurunan kunjungan yang cukup signifikan, bahkan bisa dikatakan orang yang ada di pasar tersebut didominasi oleh penjual atau pedagang daripada pembeli.
Salah seorang pedagang di Pasar Rakyat Modern Menes, Ahmad Munirudin menuturkan, tingkat kunjungan dan keramaian pasar tidak seperti biasanya sebelum ramainya virus Corona, ditambah dengan adanya surat edaran dari Bupati Pandeglang untuk tidak melakukan aktifitas di keramaian.
“Kalau sekarang itu sepi, bahkan sepinya tidak seperti biasanya, mungkin para pembeli sedikit ketakutan dengan adanya surat edaran itu, tapi kami sebagai pedagang yang mata pencahariannya di pasar sedikit mengeluh dengan sepinya situasi pasar seperti ini,” ucapnya saat ditemui di lapaknya, Kamis (19/3/2020).
Omset anjlok
Pengaruh pandemi Corona tersebut, dikeluhkan pedagang karena berpengaruh terhadap omset, penurunan tersebut sampai separuh omset dari biasanya.
Salah seorang pedagang emas, Andri mengatakan, dirinya mengalihkan pandemi Corona yang diduga merambah Pandeglang, karena berpengaruh terhadap penurunan omset.
“Bukan hanya separuh tapi ini lebih, hingga 50 persen jualan turun setelah ramai wabah ini diumumkan,” ujar Andri, salah satu penjual emas di Pasar Badak Pandeglang.
Menurutnya, omzet penjualan turun dikarenakan orang-orang mengurangi aktivitas di luar rumah. Mereka membatasi diri di dalam rumahnya sendiri dan hanya keluar jika membutuhkan hal yang penting saja.
“Keadaan seperti ini sejak aktivitas warga dibatasi untuk memotong rantai penyebaran covid-19,” kata Andri.
Sebelumnya Covid-19 muncul, omzet yang didapat dalam sehari oleh Andri mencapai 100 juta, akan tetapi setelah munculnya isu covid-19 dan masyarakat membatasi aktivitas, Ia hanya mendapatkan omzet 50 juta per hari.
“Harga masih stabil Rp. 700.000 per gram. Tapi omzet menurut, biasanya 100 juta per hari, tapi sekarang hanya 50 juta per hari,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pedagang ayam potong, Aceng mengatakan, imbas dari virus Corona pun membuatnya harus mengalami penurunan omzet yang cukup tinggi. Sejak munculnya su covid-19, pasar menjadi sepi pembeli.
“Biasa rame, pas kemarin tanggal 16 masyarakat dilarang untuk aktifitas di luar rumah pasar jadi sepi,” kata Aceng.
Ia menyebutkan, sebelum adanya virus Corona ini dirinya bisa mengeluarkan ratusan ayam daam sehari, namun ketika virus corona ini merambak dan membuat aktivitas masyarakat dibatasi ayam potong yang Ia jual berkurang. Padahal dikatakannya, harga ayam potong masih terbilang normal yakni Rp. 30.000 per kilogram.
“Biasanya sehari 700 ekor ayam, sekarang hanya 200 ekor. Padahal harga masih stabil, omzet berkurang 30 hingga 40 persen,” ujarnya. (De/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.