Tuntaskan Buta Aksara, Dindik Kota Cilegon Temui 70 Warga Kedurung
Cilegon – Dinas Pendidikan Kota Cilegon melalui bidang P2PNF menemukan sebanyak 70 orang warga yang tinggal di wilayah Lingkungan Kedurung, yang terbagi masuk dalam wilayah Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon dan Desa Pengarengan, Bojonegara, Kabupaten Serang, masih belum bisa membaca dan menulis, atau buta aksara. 70 warga tersebut didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga yang berusia pertengahan (45-59 tahun) dan lanjut usia (60-74).
Kepala Bidang P2PNF Ahmad Najid menjelaskan bahwa ia tidak memperkirakan masih ada masyarakat di Lingkungan Kedurung yang masih belum tersentuh dengan layanan program pendidikan PAUD dan nonformal (PKBM dan Keaksaraan Fungsional). Karena sebelumnya program-program tersebut sudah tuntas beberapa tahun lalu.
“Lingkungan Kedurung ini sebagaian besar dari wilayah Kabupaten Serang dan beberapa RT yang masuk dalam admnistrasi Kota Cilegon. Memang banyaknya warga yang belum bisa membaca ini berasal dari Pengarengan, tapi karena kita semangat menuntaskan buta aksara, ya kita akan membuat program lagi yaitu KF (Keaksaran Fungsional,” ujarnya. Rabu (5/9/2018).
Diketahui informasi adanya masyarakat yang masih belum bisa baca dan tulis tersebut, berasal dari laporan mahasiswa-mahasiwa KKM STIT Al-Khairiyah dan IPI (Ikatan Penilik Indonesia) Kota Cilegon yang menemukan beberapa warga yang belum bisa membaca dan menulis.
“Saya sangat berterimakasih kepada para mahasiswa KKM dan IPI Kota Cilegon, yang telah membantu memberikan informasi data dan sebagainya, sehingga kita bisa bergerak lebih cepat. Nanti insyaallah kedepannya, kita akan membuat program-program lagi selain di daerah ini atau lokasi-lokasi lainnya,” jelasnya.
Najid menuturkan akan langsung menindaklanjuti temuan tersebut dengan mempersiapkan program KF dan mengirimkan beberapa tutor berasal dari PKBM Al-Insyiroh untuk mengajarkan membaca dan menulis serta keterampilan-keterampilan lainnya, dalam kurun waktu akhir bulan September atau awal bulan Oktober.
“Mari kita tuntaskan buta aksara, mohon maaf biasanya kebodohan sangat rentan dengan kemiskinan. Oleh karena itu mari kita tuntaskan. Kita akan tindaklanjuti mulai berjalan bisa bulan depan, atau akhir bulan ini pun insyaallah bisa direalisasikan,” tuturnya.(***)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.