CILEGON – PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT. KIEC) sebagai salah satu anak perusahaan PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk (PT. KS) menggelar Krakatau Emergency Response Team Drill dengan mengusung tema “Evakuasi Mandiri Gempa& Tsunami Kawasan Industri Krakatau” dengan diikuti oleh 39 tenant  yang berada di Kawasan Industri Krakatau.

Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan Sub Sektor Gerogol, Selasa (19/11/2019).

Berkaca pada bencana tsunami Selat Sunda yang menerjang beberapa wilayah di Banten belum lama ini, menjadi pembelajaran seluruh kalangan untuk melakukan langkah evaluasi terkait kesiapan siagaan bilamana bencana itu terjadi. Kota Cilegon sebagai kota kawasan industri memerlukan kesiap siagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami yang berdampak kepada bencana industri.

Pada hari Selasa, 27 Agustus 2019 lalu. PT KIEC telah mengadakan seminar kebencanaan dengan tujuan untuk mengedukasi baik masyarakat disekitar Kawasan Industri Krakatau maupun pekerja yang berada di dalam area Kawasan Industri Krakatau mengerti dan memahami tentang bencana yang dapat terjadi baik bencana alam maupun kegagalan industri serta mengetahui cara melakukan tindakan pencegahan.

Sementara itu ditemui di lokasi Direktur Operasi & Komersial PT KIEC, Iip Arief  Budiman menatakan, ini adalah tindak lanjut dari seminar bulan agustus lalu, maka PT KIEC kembali mengadakan Krakatau Emergency Response Team Drill dengan mengusung tema “Evakuasi Mandiri Gempa& Tsunami Kawasan Industri Krakatau” dengan diikuti oleh 39 tenant  yang berada di Kawasan Industri Krakatau.

“Kegiatan simulasi Evakuasi Mandiri Gempa & Tsunami ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bencana perusahaan di Kawasan Industri Krakatau khususnya terhadap potensi bahaya gempa & tsunami selat Sunda,” ungkapnya.

Selain itu untuk membangun kerjasama antara pengelola Kawasan dengan perusahaan industri dalam penganggulangan bencana di Kawasan Industri Krakatau dan menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi perusahaan Industri di dalam Kawasan Industri Krakatau.

“Kegiatan simulasi berupa Evakuasi Mandiri yang hadir 39 tenant Kawasan Industri dari masing-masing perusahaan menuju titik evakuasi di area representative lapangan sub sektor Grogol. Skenario Evakuasi Mandiri Gempa & Tsunami yaitu Gempa dengan kekuatan 8.7 Magnetudo yang berlokasi di selat sunda dan berpotensi Tsunami. Kegiatan simulasi ini dibantu oleh Fakultas Ergonomi Universitas Sultan Agung Tirtayasa (UNTIRTA) sebagai Tim Evaluator terhadap pelaksanaan simulasi,”ucapnya.

Iip juga menjelaskan dengan kegiatan simulasi bencana tersebut, pihaknya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat. Baik masyarakat industri maupun masyarakat luas, agar bisa mengantisipasi dan meminimalisir korban ketika terjadi bencana.

“Sebelumnya edukasi kebencanaan juga sudah kita laksanakan pada bulan Agustus lalu, tindak lanjutnya kita wujudkan hari ini.Simulasi tadi kita lihat, dari hampir seratus tenant yang ada, kita organisir semua, alhamdulillah dengan komunikasi yang baik yang sudah terjalin selama ini, latihan hari ini bisa kita tangani secara baik,” jelasnya.

Ia berharap dengan kegiatan simulasi ini selain masyarakat siap menghadapi bencana, ke depan pihaknya juga akan berupaya melakukan latihan atau simulasi di titik yang disarankan atau menjadi titik evakuasi saat terjadi bencana dengan skala yang lebih besar melibatkan masyarakat sekitar industri.

Ditempat yang sama, Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistic BPBD Kota Cilegon, Ahmad Mafrud yang mengatakan pihaknya terbantu dan mengapresiasi kegiatan yang sudah di selenggarakan  PT KIEC, terlebih dalam SOP kebencanaan perusahaan tidak jauh beda dengan BPBD khsususnya dalam upaya meminimalisir korban.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Cilegon, kita mengapresiasi KIEC yang sudah melaksanakan simulasi bencana gempa dan tsunami. Kita melatih ketanggapan kita membiasakan kita masyarakat industri sudah tidak gugup tidak panik. Ini sangat membantu kami,” ucapnya. (Red)