HARIANBANTEN.CO.ID – Harapan baru muncul dari Kota Baja. Di tengah industri yang kian lesu, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berencana meminjam Rp8,34 triliun dari Danantara Indonesia. Langkah itu disambut positif oleh Wakil Ketua Kadin Kota Cilegon, Mulyadi Sanusi.

Bagi Mulyadi, atau akrab disapa Cak Moel, dana segar itu bukan sekadar angka di atas kertas. Ia menyebut pinjaman tersebut sebagai napas baru bagi industri baja nasional yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Cilegon.

“Kalau pabrik baja runtuh, bangsa ikut runtuh. Krakatau Steel harus disuntik agar sehat kembali,” tegas Cak Moel, Rabu (5/11/2025).

Cilegon Hidup dari Panas Tungku Baja

Bagi warga Cilegon, Krakatau Steel bukan hanya pabrik, tapi sumber kehidupan. Saat produksi melambat, dampaknya langsung terasa, pengangguran naik, aktivitas vendor berkurang, dan omzet warung di sekitar pabrik ikut turun.

“Kalau KS sehat, pengangguran turun, vendor bergerak, CSR hidup kembali. Dampaknya nyata, bukan teori,” kata Cak Moel.

Bukan Sekadar Suntikan Dana

Meski mendukung rencana pinjaman, Mulyadi tetap memberi catatan. Ia menilai, pemulihan Krakatau Steel tak bisa hanya bergantung pada dana segar.

“Manajemen sekarang sudah profesional, tapi jangan hanya andalkan dana. Harus ubah pola pikir,” ujarnya.

Menurutnya, Krakatau Steel perlu tampil lebih efisien, inovatif, dan disiplin dalam menjalankan strategi bisnis.

“Jangan lagi berpikir sebagai korporasi yang pasti diselamatkan negara,” tegasnya.

Putra Daerah Harus Diberi Kesempatan

Cak Moel juga menyoroti minimnya peran putra daerah dalam struktur manajemen industri baja. Ia menilai, banyak talenta asal Banten dan Cilegon yang seharusnya bisa ikut berkontribusi di level strategis.

“Cilegon punya banyak ahli baja. Pemerintah pusat harus melihat putra daerah sebagai aset strategis,” ujarnya.

Ia berharap, kota baja tak hanya jadi lokasi pabrik, tapi juga rumah bagi pengambil keputusan.

Kini, semua mata tertuju pada langkah Krakatau Steel berikutnya. Apakah dana Rp8,34 triliun ini akan menjadi penopang kebangkitan industri baja nasional, atau sekadar menunda masalah lama?

“Cilegon sudah terlalu lama menggantungkan hidup pada baja,” kata Cak Moel.

“Kalau Krakatau Steel bangkit, kota ini ikut terangkat. Tapi kalau tumbang, tinggal cerita kejayaan di ujung Selat Sunda,” ujarnya. (red)