Bedah Buku “Babad Alas” di Cilegon Jadi Ruang Berbagi Gagasan Pembangunan Daerah
HARIANBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon menggelar kegiatan bedah buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, di Aula Setda Kota Cilegon, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi gagasan terkait kepemimpinan, pembangunan daerah, hingga tata kelola pemerintahan yang efektif dan berpihak kepada masyarakat.
Acara itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon Robinsar, Ketua DPRD Kota Cilegon, jajaran Forkopimda, ASN Pemkot Cilegon, pegiat literasi, hingga berbagai unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Robinsar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bima Arya di Kota Cilegon. Ia berharap pengalaman dan gagasan yang dibagikan dapat menjadi inspirasi untuk pembangunan daerah.
“Pak Wamen tentunya kami ucapkan selamat datang kembali di Kota Cilegon. Kami sangat berharap masukan, pandangan, dan pengalaman yang pernah diterapkan di Kota Bogor dapat menjadi inspirasi untuk pembangunan di Kota Cilegon,” ujar Robinsar.
Robinsar menjelaskan, Pemkot Cilegon saat ini terus menjalankan kebijakan efisiensi anggaran sesuai arahan pemerintah pusat. Bahkan, kata dia, langkah penghematan sudah dilakukan sejak awal kepemimpinannya sebelum adanya kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD).
Ia mengungkapkan, saat awal menjabat, Pemkot Cilegon menghadapi defisit anggaran hingga Rp135 miliar. Karena itu, sejumlah belanja yang dianggap tidak prioritas mulai dikurangi.
“Perjalanan dinas, honor-honor yang tidak perlu, belanja makan minum berlebihan hingga kegiatan seremonial sudah kami kurangi. Prinsipnya, anggaran harus benar-benar diarahkan untuk kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurut Robinsar, hasil efisiensi tersebut kemudian dialihkan untuk sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. Salah satunya melalui realokasi anggaran pendidikan yang lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur sekolah.
“Dari anggaran nonpegawai sekitar Rp20 miliar lebih, sebelumnya hanya Rp8 miliar untuk infrastruktur sekolah. Kini kami arahkan sekitar Rp18 miliar untuk kebutuhan infrastruktur pendidikan dan hanya Rp2 miliar untuk kegiatan seremonial,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Cilegon juga menargetkan penataan kawasan pedestrian dan ruang terbuka publik agar wajah kota semakin tertata dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami ingin wajah Kota Cilegon semakin tertata, nyaman, dan indah. Taman-taman akan dibenahi dan trotoar diperbaiki agar masyarakat memiliki ruang publik yang layak,” tambahnya.
Sementara itu, Bima Arya mengapresiasi langkah efisiensi dan fokus pembangunan yang dilakukan Pemkot Cilegon di bawah kepemimpinan Robinsar. Ia menilai pembangunan yang diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat merupakan langkah yang tepat.
“Saya melihat Pak Wali sudah melakukan hal-hal yang semestinya dilakukan oleh seorang pemimpin, yakni fokus pada kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan,” ujar Bima Arya.
Dalam kesempatan itu, Bima Arya juga menegaskan pentingnya kepemimpinan yang dibangun atas dasar nilai dan keberpihakan kepada masyarakat.
“Pesan utama dari buku ini adalah memimpin harus dengan nilai. Jangan hanya terjebak pada kalkulasi politik, tetapi harus ada nilai yang diperjuangkan setiap hari demi masyarakat,” ungkapnya.
Selain membedah isi buku Babad Alas, kegiatan tersebut juga menjadi forum dialog mengenai tata kelola pemerintahan, penguatan literasi, hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik di daerah.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti diskusi hingga akhir acara. (Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.