HARIANBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon terus memperkuat upaya pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui perluasan akses pembiayaan formal. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan tema “Mewujudkan UMKM Naik Kelas melalui Akses Pembiayaan KUR yang Cepat, Mudah, dan Terjangkau” di Aula Setda Kota Cilegon, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Cilegon Tahun 2026 itu diikuti sekitar 100 pelaku UMKM binaan. Mereka mendapatkan informasi mengenai mekanisme dan peluang pembiayaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten, Bank BJB Cabang Cilegon, serta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon.

Mewakili Pemerintah Kota Cilegon, Asisten Daerah II Setda Kota Cilegon Dana Sujaksani mengatakan, sinergi antara pemerintah daerah, regulator, dan perbankan menjadi faktor penting dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Kami Pemerintah Kota Cilegon memberikan apresiasi dan terima kasih kepada OJK Provinsi Banten, Bank Jabar Banten, serta seluruh pihak yang telah bersinergi dalam penyelenggaraan kegiatan ini sebagai upaya memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM di Kota Cilegon,” ujar Dana.

Menurut dia, UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian daerah karena berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga ketahanan ekonomi.

Karena itu, Pemerintah Kota Cilegon terus mendorong penguatan sektor UMKM melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya Program 5.000 Wirausaha Baru yang ditujukan untuk melahirkan pelaku usaha yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Dana mengungkapkan, saat ini terdapat lebih dari 18 ribu pelaku usaha mikro yang telah terdata di Kota Cilegon. Potensi tersebut dinilai perlu didukung melalui peningkatan kapasitas usaha, pendampingan, serta kemudahan akses terhadap pembiayaan formal.

“Masih banyak pelaku usaha yang memiliki potensi dan prospek usaha yang baik, namun belum memahami mekanisme maupun persyaratan untuk memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan. Karena itu, sosialisasi KUR ini menjadi sarana edukasi yang sangat penting,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai tata cara pengajuan KUR, tetapi juga mampu mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan mengembangkan usahanya sehingga mampu naik kelas.

“Saya berharap para pelaku UMKM semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan pada akhirnya mampu naik kelas menjadi usaha yang lebih maju, berdaya saing, serta berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Cilegon Yunan Nurcholis menjelaskan, sosialisasi KUR diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap akses pembiayaan formal yang tersedia.

Menurut Yunan, sektor UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan.

“UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sosialisasi KUR ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan akses UMKM terhadap sumber pembiayaan yang tersedia,” ujarnya.

Ia menambahkan, lebih dari 99 persen pelaku usaha di Kota Cilegon berada pada kategori usaha mikro. Kondisi tersebut menjadikan program UMKM naik kelas sebagai salah satu fokus utama pemerintah daerah.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon, terdapat 18.279 unit usaha mikro, 22 unit usaha kecil, dan tujuh unit usaha menengah yang telah tervalidasi dalam sistem pendataan UMKM daerah.

“Data tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang dimiliki sektor UMKM. Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak pelaku usaha yang memahami manfaat, persyaratan, dan tata cara pengajuan Kredit Usaha Rakyat sehingga dapat memanfaatkan akses pembiayaan formal untuk mengembangkan usahanya,” kata Yunan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Cilegon berharap literasi dan inklusi keuangan masyarakat semakin meningkat, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk mengakses pembiayaan formal guna mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. (Red)