Mantap Nyaleg, Johan Singandaru : Kepentingan Masyarakat Di Atas Segalanya
CILEGON – Nama Johan Singandaru tentu tidak asing di kalangan pengusaha lokal di Banten, khususnya Cilegon.
Meski tergolong muda, namanya patut di sejajarkan dengan pengusaha-pengusaha lokal lainnya yang telah sukses mengukir prestasi di jajaran top pengusaha Banten.
Berbekal pengalamannya berorganisasi di HIPMI dan Kadin Banten, pada pemilu 2019 ini Johan merasa terpanggil untuk bisa memperjuangkan aspirasi rakyat melalui jalur legislatif.
Ikhtiarnya untuk bisa memperjuangkan aspirasi rakyat ia tempuh dengan menjadi kader muda di Partai Nasdem Kota Cilegon dengan maju sebagai calon legislatif dengan nomor urut 4, pada Dapil 1 (Cilegon-Cibeber).
Keinginannya untuk bisa berbuat lebih kepada masyarakat menjadi alasan kuat dirinya untuk maju mewakili pemuda di Partai besutan Surya Paloh tersebut.
“Sebelumnya saya memang lebih aktif di organisasi profesi yaitu di Kadin Banten dan HIPMI (Himpunan pengusaha muda Indonesia ) Banten, dan lebih banyak menhabiskan waktu di dunia usaha. Alhamdulillah lewat pajak dan serapan tenaga kerja, kami sedikit banyaknya telah berkontribusi untuk kota Cilegon,” jelasnya.
Johan mengungkapkan, panggilan untuk menjadi wakil rakyat datang di masa-masa injury time di saat dirinya tengah memikirkan cara untuk dapat benar-benar mensejahterakan masyarakat.
Atas dasar kesungguhannya itu, dirinya mengaku siap melaksanakan komitmen jika nanti di beri kepercayaan sebagai wakil rakyat.
“Sebelumnya saya ingin menegaskan, bahwa saya siap meletakkan kepentingan masyarakat diatas segalanya,” tegasnya.
Adanya anggapan masyarakat bahwasanya caleg-caleg hanya sekedar janji manis saja, Johan menganggap bahwa hal tersebut sangatlah wajar, mengingat fakta banyak kasus seperti itu terjadi di berbagai daeerah.
Namun atas adanya fakta tersebut, dirinya justru mengaku ingin merubah anggapan tersebut dan akan mencoba mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyatnya.
“Oleh karena itu, komitmen kami adalah membangun Rumah Aspirasi yang kita namakan Griye Juang di Dapil kami nanti. Anak muda sih sebetulnya simple aja ingin suatu perubahan dan perubahan itu bukan perubahan yang biasa-biasa saja,“ tandasnya.
Menurut Johan, idealnya menjadi anggota dewan itu, jarak antara wakil rakyat dengan masyarakatnya adalah sejengkal.
“Jadi rumusan rumah aspirasi ini adalah, masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya disitu karena tidak sedikit masyarakat segan dan malu mengunjungi kantor wakil rakyatnya. Rencananya, kita juga akan tempatkan tim untuk menampung aspirasi dan menyampaikannya kepada saya, dan saya juga bersedia dan berkomitmen mendedikasikan sebagian penghasilan saya untuk program rumah aspirasi selama masa jabatan,” terangnya.
Di rumah aspirasi ini juga, lanjut Johan, akan ada ruang diskusi, pelestarian seni dan ruang bagi anak muda kreatif.
“Selanjutnya juga tim akan membawa aspirasi yang sudah ditampung di rumah aspirasi dan setiap hal yang diperjuangkan akan kami rekam melalui video yang kemudian video itu disaksikan bersama di rumah aspirasi bersama masyarakat sambil minum kopi,” ucapnya. (Red/Zal)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.