HARIANBANTEN.CO.ID – Penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota Cilegon terhadap pedagang kaki lima (PKL) liar di Pasar Keranggot tampaknya belum membuahkan hasil maksimal. Jumat pagi (20/6/2025), para pedagang kembali memenuhi badan jalan, membuat arus lalu lintas tersendat dan suasana pasar kembali semrawut.

Pantauan di lokasi, Jalan Pasar Keranggot kembali dipenuhi lapak pedagang yang menjajakan sayuran, buah-buahan, hingga kebutuhan pokok lainnya. Kondisi ini membuat pembeli dan pengendara harus berbagi ruang di jalan yang sempit, memicu kemacetan dan rawan kecelakaan.

“Tadi saya mau lewat saja susah, harus pelan-pelan karena kanan kiri penuh orang jualan. Sudah kayak belum ditertibkan saja,” ujar Dedi, warga Cilegon yang melintas di lokasi.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya publik mengenai efektivitas relokasi PKL ke hanggar dalam kawasan pasar yang sebelumnya digadang sebagai solusi penataan. Sejumlah pihak berharap ada langkah lanjutan dari Pemkot agar situasi tak kembali ke kondisi semula.

“Kalau sudah ditertibkan tapi balik lagi, terus kapan pasar ini rapi?” keluhnya.

Sebelumnya, Pemkot Cilegon melakukan relokasi terhadap pedagang yang menempati bahu jalan dan bantaran sungai Pasar Keranggot, dimulai sejak Kamis (19/6/2025).

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyebut penertiban dilakukan bertahap dengan menyiapkan hanggar dan blok-blok khusus untuk para pedagang.

Namun, munculnya kembali PKL liar di badan jalan menunjukkan masih adanya tantangan dalam implementasi kebijakan tersebut. Masyarakat berharap ada upaya pengawasan dan penindakan yang lebih konsisten agar ketertiban bisa benar-benar terjaga.

Penulis: Asep Tolet | Harianbanten.co.id