HARIANBANTEN.CO.ID – Bagi kamu yang demen naik gunung yang belum banyak dijamah, Gunung Aseupan di Pandeglang, Banten bisa jadi pilihan yang pas. Tapi ingat, gunung ini bukan buat yang cuma modal nekat. Jalurnya ekstrem, aura mistisnya kental, tapi pemandangannya… bikin susah move on!

Gunung Aseupan atau biasa disebut juga Gunung Haséupan oleh warga lokal, punya bentuk kerucut mirip alat penanak nasi tradisional dari anyaman bambu (haseupan). Ketinggiannya 1.174 meter di atas permukaan laut dan jaraknya sekitar 18 km dari pusat Kota Pandeglang.

Medannya? Jangan anggap enteng!

Pendakian ke Gunung Aseupan butuh waktu sekitar 2 hari 1 malam. Jalurnya penuh tebing curam, batuan kerikil, dan semak berduri. Salah langkah sedikit bisa bikin nyungsep. Persiapan fisik dan mental wajib maksimal!

Yang paling penting: nggak ada mata air di sepanjang jalur. Jadi, air minum harus disiapkan dari bawah.

“Jalur penuh duri dan nggak ada sumber air. Tapi kalau udah sampai atas, semua rasa capek langsung hilang,” kata salah satu pendaki yang pernah menjajal Aseupan.

Mistisnya kerasa banget

Gunung ini juga dikenal dengan auranya yang mistis. Ada larangan-larangan yang sebaiknya nggak dilanggar, misalnya nggak boleh makan langsung di tempat masak, atau ngomong sembarangan. Katanya sih, kalau dilanggar bisa kena ‘teguran’. Serem-serem sedap, ya?

Kalau cuaca cerah, dari puncaknya kamu bisa lihat pemandangan desa-desa di sekitar gunung. Buat yang hobi cari spot sepi dan belum terlalu mainstream, ini surganya.

Bonusnya makin gokil: kantong semar!
Tanaman langka ini bisa lo temui di ketinggian sekitar 1.000 sampai 1.100 mdpl. Cocok buat yang suka eksplor flora langka sambil naik gunung.

Tertarik? Siapin perlengkapan, mental, dan sikap yang sopan ya. Karena Gunung Aseupan bukan cuma tempat indah, tapi juga penuh makna. (Red)