HARIANBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon dan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil keikutsertaan kontingen Kota Cilegon pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten 2026.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi atlet maupun cabang olahraga selama pelaksanaan POPDA, sekaligus menyusun langkah perbaikan guna meningkatkan prestasi olahraga Kota Cilegon pada ajang-ajang berikutnya.

Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, evaluasi akan segera dilakukan dalam waktu dekat sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan olahraga prestasi.

“Dalam waktu dekat kami akan memanggil KONI dan Dispora untuk mengevaluasi hasil capaian POPDA tahun ini. Kami ingin melihat apa yang menjadi kekurangan dan persoalan yang dihadapi sehingga pemerintah dapat melakukan intervensi secara tepat,” ujar Robinsar saat menghadiri Wali Kota Cup Finswimming 2026 yang digelar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Cilegon di Olympic Pool ASA Sport Center.

Menurut Robinsar, salah satu persoalan yang muncul selama pelaksanaan POPDA berkaitan dengan kebutuhan sarana dan prasarana olahraga. Ketersediaan venue latihan dan peralatan pendukung dinilai menjadi faktor penting dalam menunjang kualitas pembinaan atlet.

Ia menilai, kebutuhan tersebut perlu dipetakan secara lebih rinci agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

“Temuan-temuan yang muncul di antaranya terkait sarana dan prasarana. Mungkin venue atau peralatan dasar untuk berkompetisi. Ke depan akan kami lihat apa yang menjadi kebutuhan sehingga Pemerintah Kota Cilegon dapat memberikan dukungan yang lebih maksimal,” katanya.

Robinsar menegaskan, pencapaian prestasi olahraga tidak dapat diperoleh secara instan. Menurut dia, keberhasilan atlet lahir dari proses pembinaan yang dilakukan secara berjenjang, berkelanjutan, dan konsisten dalam jangka panjang.

Karena itu, Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan terhadap seluruh cabang olahraga, baik melalui peningkatan fasilitas, program pembinaan, maupun dukungan anggaran yang tepat sasaran.

Ia juga meminta KONI Kota Cilegon untuk terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap cabang olahraga agar program pembinaan berjalan optimal dan penggunaan anggaran benar-benar berdampak pada peningkatan prestasi atlet.

Selain pembinaan, Robinsar menilai penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga di tingkat daerah perlu terus diperbanyak. Menurutnya, kompetisi menjadi sarana penting bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus membentuk mental bertanding.

“Olahraga tidak bisa dibangun dalam satu atau dua hari. Harus berjenjang, berkelanjutan, dan konsisten. Atlet juga membutuhkan kompetisi untuk mengasah mental dan kemampuan mereka,” ujar Robinsar.

Melalui evaluasi tersebut, Pemerintah Kota Cilegon berharap dapat merumuskan langkah strategis yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan memperkuat daya saing olahraga Kota Cilegon di tingkat provinsi maupun nasional. (red)