Dewan Pendidikan Cilegon Gandeng Mahasiswa Awasi Layanan Pendidikan
HARIANBANTEN.CO.ID – Dewan Pendidikan Kota Cilegon mulai membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa untuk memperkuat pengawasan sekaligus memperluas akses informasi pendidikan bagi masyarakat.
Langkah tersebut dibahas dalam silaturahmi Dewan Pendidikan Kota Cilegon bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon dan Korps HMI-Wati (KOHATI) di Sekretariat Dewan Pendidikan Cilegon, Rabu (12/8/2026).
Ketua Dewan Pendidikan Kota Cilegon Syaeful Bahri mengatakan, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama dengan mahasiswa dalam mengawal persoalan pendidikan.
Menurut dia, meski kepengurusan Dewan Pendidikan yang baru berjalan kurang dari 10 hari, pihaknya telah menerima sejumlah masukan mengenai berbagai persoalan pendidikan di Kota Cilegon.
“Silaturahmi ini luar biasa. Belum genap sepuluh hari menjadi teman seperjuangan, tetapi sudah banyak masukan yang sangat konstruktif untuk kemajuan pendidikan di Kota Cilegon,” ujar Syaeful.
Dewan Pendidikan Perkuat Informasi Digital
Salah satu agenda yang akan didorong Dewan Pendidikan adalah mengoptimalkan website resmi sebagai pusat informasi sekaligus ruang komunikasi publik.
Syaeful mengatakan perkembangan teknologi membuat lembaga pendidikan dan Dewan Pendidikan perlu lebih aktif hadir di ruang digital.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya dapat memperoleh informasi pendidikan dengan lebih mudah, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi.
“Sekarang eranya digital. Dewan Pendidikan harus hadir di ruang digital agar masyarakat mudah mengakses informasi, menyampaikan aspirasi, dan mengetahui program-program pendidikan,” katanya.
Menurut Syaeful, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pendidikan yang lebih transparan.
Karena itu, penguatan kanal informasi publik dinilai perlu berjalan beriringan dengan peningkatan partisipasi masyarakat.
Mahasiswa Bisa Terlibat Penelitian
Selain penguatan informasi publik, Dewan Pendidikan juga membuka peluang kolaborasi dengan mahasiswa dalam kegiatan akademik.
Kolaborasi tersebut antara lain dapat dilakukan melalui pengambilan sampel penelitian hingga dukungan bagi mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir atau skripsi.
Syaeful menilai mahasiswa memiliki posisi strategis karena dapat memberikan perspektif kritis sekaligus membantu melihat persoalan pendidikan dari sisi akademik dan masyarakat.
Kolaborasi itu diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan.
KOHATI Usulkan Kanal Pengaduan
Sementara itu, perwakilan KOHATI Cabang Cilegon Dian Novitasari mendorong Dewan Pendidikan menyediakan kanal pengaduan yang mudah diakses masyarakat dan mahasiswa.
Kanal tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan kritik, laporan, maupun evaluasi terhadap layanan pendidikan di Kota Cilegon.
Dian mengusulkan pemanfaatan Google Form sebagai salah satu sarana pengaduan. Selain itu, ia mendorong Dewan Pendidikan memperkuat kehadiran di media sosial, seperti TikTok dan Instagram.
“Kalau program belum diterima masyarakat atau belum tepat sasaran, harus bisa dikritik dan dievaluasi,” kata Dian.
Menurut Dian, kanal pengaduan diperlukan agar masyarakat tidak kesulitan ketika ingin menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan layanan pendidikan.
Ia juga menyoroti dugaan pungutan liar di sejumlah sekolah swasta serta persoalan pembayaran Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dinilai masih membebani orang tua.
Dian berharap persoalan tersebut dapat ditampung melalui mekanisme pengaduan yang terbuka sehingga setiap laporan dapat dikaji dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Pertemuan Dewan Pendidikan Kota Cilegon bersama HMI dan KOHATI tersebut diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih luas.
Kerja sama antara lembaga pendidikan, mahasiswa, dan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat transparansi, pengawasan, serta akses informasi pendidikan di Kota Cilegon. (DN/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.