Akibat Tanggul Perumahan Jebol, DLH Secepatnya Panggil Pengembang
CILEGON – Banjir bandang yang diduga akibat jebolnya penampungan air bekas galian C di Perumahan Bumi Cilegon Asri (BCA) milik PT Bahana Semesta Adinusantara yang berada di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Senin (18/2) pagi membuat panik warga sekitar.

Meski banjir bandang berlangsung tidak lama, namun warga khawatir kejadian serupa bakal terulang. Pasalnya, banjir ditengarai juga terjadi akibat bukit-bukit di sekitar lokasi perumahan telah dibabat. Ketiadaan bukit yang merupakan daerah resapan air ini membuat air hujan sulit tertampung.
Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 7.30 WIB. Diduga penyebab jebolnya tanggul, tidak kuat menampung debit air akibat hujan yang mengguyur semalaman.
Atas kejadian ini, warga setempat, Weli meminta pemerintah dalam hal ini aparat dan instansi terkait untuk mencermati Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Perumahan BCA. “Pihak Kelurahan Bagendung dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon tolong ini diperhatikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasie) Tanggap Darurat Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Ahmad Mafruh mengatakan, banjir bandang ini terjadi saat PT Bahana Semesta Adinusantara melakukan pemetaan Iahan untuk kegiatan Perumahan di Bukit Cilegon Asri (BCA).
“Kita dapat informasi dari warga, sekitar pukul 08.00 WIB. Terjadi banjir bandang akibat bekas tanggul air bekas galian C di perumahaan BCA. Tadi kita cek ke lokasi, ternyata bukan hanya perumahan yang sedang dibangun saja yang terkena luapan air tersebut. Ternyata ada kendaraan yang berisi solar untuk stok bahan bakar alat berat juga ikut hanyut akibat dari muntahan air dan lumpur ,” kata Mafruh saat dikonfirmasi, Senin (18/2).
Menurutnya, akibat banjir bandang itu, membuat aliran sungai dari hulu dan hilir sungai tercemar.
“Akibat dari kejadian ini juga, mengakibatkan usaha warga yang ada disekitar turut terkena dampaknya. Yaitu 80.000 batu bata siap bakar milik warga hanyut,” terangnya
Dibagian lain, Kepala DLH Kota Cilegon, Ujang ling ketika ditanyakan terkait rekomendasi Amdal UKL/UPL dari pihaknya kepada pihak pengembang Perumahan BCA. la enggan menjawab secara tegas. Namun Iing mengakui ia sudah meninjau Iangsung ke lokasi.
“Besok kita panggil, tadi dari lapangan,” ujarnya singkat.
Dari pantauan Iangsung, banjir yang tampak sudah surut tersebut menggerus beberapa unit pondasi perumahan, ribuan batu bata milik warga dan sempat mengagetkan warga sekitar hingga ke Link. Ciberko, Kelurahan Kalitimbang. Tampakjuga petugas dari BPBD, Damkar dan DLH Kota Cilegon yang turun Iangsung meninjau ke penampungan air Perumahan BCA yang jebol.
Sementara itu, Lurah Bagendung, Syafiudin dan pihak pengembang Perumahan BCA hingga berita ini diturunkan, belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi terkait peristiwa banjir bandang tersebut. (Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.