SERANG – Adanya desakan dari Aliansi Warga Kota Serang (Awak Serang) kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk menjadikan Masjid At-Tsauroh sebagai Masjid Agung Kota Serang.

Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi tetap akan menjadikan Alun-alun Barat Kota Serang sebagai lokasi pembangunan Masjid Agung Kota Serang.

Menurutnya, pembangunan Masjid Agung Kota Serang di Alun-alun merupakan langkah tepat yang harus diambil. Karena, bisa berdampak pada meminimalisir tempat maksiat di Kota Serang.

Selain itu, lokasi tersebut juga sangat strategis karena mengandung marwah Kota Serang yang pantas dijadikan ikon.

“Kalau di Alun-alun Barat Kota Serang Masjid Agung dibangunnya itu bisa meminimalisir kemaksiatan, tau sendiri Alun-alun itu kalau malam hari. Dan jika dibangun di sana bisa jadi marwah ikon kita, apalagi pendopo Bupati Serang bisa diambil oleh kita Walikota bisa mencontohkan sholat berjamaah kepada warganya,” kata Budi saat ditemui di Puspemkot Serang, Rabu (18/3/2020)

Sebagai representasi masyarakat, dijelaskan Budi, dirinya akan terus memperjuangkan itu. Karena, sampai saat banyak yang mengadu kepada dirinya mengenai penetapan Masjid At-tsaurah dijadikan Masjid Agung Kota Serang. “Saya secara pribadi berjuang untuk penetapan lokasi Masjid Agung Kota Serang di Alun-alun Barat Kota Serang,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya akan melihat terlebih dahulu landasan kajian kenapa Pemkot Serang menetapkan Masjid At-tsaurah sebagai Masjid Agung Kota Serang. Seharusnya, Walikota Serang melihat bahwa opsi mana yang manfaatnya lebih banyak.

“Nanti di awal april bakal ada pertemuan membahas pembangunan masjid agung Kota Serang terkait lokasinya. Karena, saya mendapatkan aduan dari masyarakat pegantungan mengenai penolakan masjid At-tsaurah dijadikan masjid agung kota serang,” pungkasnya.

Tak hanya itu, dirinya juga menepis tudingan dari Awak Serang yang menyebutkan bahwa DPRD Kota Serang membuat kegaduhan soal dukungan opsi penetapan lokasi Masjid Agung Kota Serang di Alun-alun Barat Kota Serang. “Gaduh nya dimana, justru ini yang terbaik karena saya nanti akan desain itu yang bagus lagi. Saya Kekeuh di Alun-alun Barat Kota Serang,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Serang Syafrudin menuturkan bahwa, dalam penetapan lokasi Masjid Agung Kota Serang akan ditentukan pada musyawarah yang akan dilaksanakan pada awal bulan April.

“Musyawarah awal bulan penetapan masjid agung kota serang di Alun-alun Barat. Pemkot dalam menentukan lokasi Masjid Agung Kota Serang mengikuti keinginan masyarakat dimana pun itu oke-oke saja,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, DPRD Kota Serang harus bersinergi dengan Pemerintah Kota Serang, dalam hal penetapan Masjid At-Tsauroh Pegantungan sebagai Masjid Agung Kota Serang.

“DPRD Kota Serang agar tetap konsentrasi bekerja sebagaimana fungsinya dan tidak mengeluarkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan konflik,” kata Juru Bicara Awak Serang, Mumu Husni Mubarok.

Pemerintah Kota Serang juga, masih kata dia, jangan memberikan peluang kepada organisasi yang mengatasnamakan Gerakan Pengawal Serang Madani (GPSM) untuk mengusulkan pembangunan Masjid Agung baru di Alun-alun Kota Serang yang alasannya sangat tidak mendasar dan terkesan politis.

“Kami Aliansi Warga Kota Serang (Awak Serang) akan tetap konsisten memperjuangkan Masjid At-Tsauroh sebagai Masjid Agung Kota Serang dengan mengedepankan gerakan dan cara berpikir yang rasional dan beretika,” katanya. (HRS/Red)