Oleh: KH. Ishak Fariz, S. Pd.

Lailatul Qodar malam seribu bulan yang Allah spesialkan untuk hamba hamba_Nya, yang diselipkan Allah di dalam bulan yang penuh rahmat bulan Ramadhan.

Banyak umat muslim yang mendambakam malam ini, karena banyaknya keajaiban dan kelebihan di dalamnya, hal ini pula lah yang menggeserkan kebanyakan orang esensi tujuan seorang hamba beribadah kepada Allah.

Lepas dari esensi tujuan tersebut, bnyak dari hamba Allah yang melupakan tujuan utamanya beribadah kepada Allah, karena hanya terfokus untuk meraih lailatul qodar.

Jika seorang hamba beribadah di bulan Ramadhan hanya untuk meraih lailatul qodar, sebenarnya sudah lepas dari tujuan utamanya karena sejatinya jika ingin bertemu Allah tidak ada tujuan lain yang dapat menghalangi tujuan tersebut termasuk di dalamnya ingin berjumpa dengan lailatul qodar.

Seorang hamba yang bertemu dengan Allah sudah pasti bertemu dengan lailatul qodar yang ditandai dengan bertmabahnya kualitas ibadahnya baik di bulan Ramadhan juga di bulan bulan yang lainnya di luar Ramadhan, tentunya hamba tersebut akan baik dalam segala sisi kehidupannya seperti yang diterngkan dalam keajaiban lailatul Qodar.

Mari kita tingkatkan kualitas ibadah kita, tidak hanya di dalam bulan ramadhan sebagai implementasi perwujudan bertemunya kita dengan Allah, rubah sudut pandang kita tentang apa yang kita tuju dalam ibadah kita, sehingga tidak ada hijab yang menghalangi pertemuan kita dengan Allah Subhanahu wata’ala.

Semoga di bulan Ramadhan tahun ini kita menjadi hamba hamba Allah yang bertakwa sehingga diujung Ramadhan kita kembali ke fitrah yang sesungguhnya bersama keindahan Allah ta’ala. Aaamiin.