Dindikbud Turun Tangan Atasi Buta Huruf
PANDEGLANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang memberikan sosialisasi kepada desa untuk mencegah adanya buta huruf, hal itu untuk meningkatkan pembangunan suprastruktur Kabupaten Pandeglang.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang, Sutoto mengatakan, dirinya menginginkan dengan adanya desa percontohan menuntaskan melek huruf, bisa diikuti oleh desa-desa lain.
“Tuntaskan Melek Aksara, BTQ dan Wajib Belajar bagi semua warga Desa Medalsari, Langensari dan Sukalangu Kecamatan Saketi,” ucapnya kepada harianbanten, Rabu (11/11/2020).
Dia berharap, dengan dilakukannya pengentasan buta huruf tersebut bisa ada penyetaraan lulusan pendidikan, sehingga dengan adanya sentuhan penuntasan buta huruf tersebut pembangunan moral bisa berjalan dengan lancar, agar tidak ada terjadinya kesenjangan pendidikan.
“Diharapkan desa-desa tersebut menjadi contoh penanganan buta huruf latin dan huruf hijaiyah juga penyetaraan pendidikan jenjang SD, SMP dan SMA secara tuntas,” tuturnya.
Program tersebut bukan hanya dilakukan hari ini saja, namun akan terus dilakukan pada tahun depan, agar antisipasi adanya angka putus sekolah yang tinggi.
“Tahun depan akan diteruskan penanganan pada desa-desa yang lain, yang memiliki angka buta huruf dan angka putus sekolah kategori tinggi,” ujarnya. (De/red)




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.