Dinkes : Foging Membuat Nyamuk Kebal, Berbahaya Bagi Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak
CILEGON – Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa daerah, membuat masyarakat dan pemerintah perlu mewaspadai penyakit yang di akibatkan oleh gigitan nyamuk (aedes aegepty) tersebut.
Beberapa program seperti 3 M, yakni Menguras Tempat Penampungan Air, Menutup Tempat Penampungan Air, dan Mengubur Botol atau Barang Bekas, terus di sosialisasikan oleh pihak terkait demi mencegah meningkatnya kasus DBD.
Awal tahun 2019 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat sudah ada 28 kasus DBD di Kota Cilegon.
“Selain menerapkan tiga M, masyarakat jiga harus melaksanakan gotong royong agar tidak ada sarang nyamuk di lingkungan sekitar,” ucap Nurdiansyah, Pengelola Program Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (PP2BB) pada Dinkes Kota Cilegon, Kamis (31/1/2019).
Baca Juga :
Kasus DBD di Sejumlah Daerah Meningkat, di Cilegon Sudah 28 Kasus
Di Banten DBD Meningkat : Ratusan Terjangkit dan Tiga Orang Meninggal
Disinggung terkait pelaksanaan foging yang merupakan salah satu program untuk mengusir atau menghambat perkembangan nyamuk, Nurdiansyah menyampaikan, bahwasanya pelaksanaan foging tidak efektif dalam mengusir atau membunuh nyamuk.
“Foging itu memang bisa membunuh nyamuk dewasa. Tetapi ada juga yang tidak mati setelah di foging malah jadi kebal. Selain itu, efek negatifnya ke manusia juga berbahaya dan bisa menyebabkan gangguan hati. Apalagi jika terhirup oleh anak-anak, itu bisa mengganggu tumbuh kembang anak,” tandasnya. (Zal/Hb/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.