SERANG – Ketua Komisi II DPRD Kota Serang dari fraksi NasDem Pujiyanto merasa sedih bahwa pihaknya tidak pernah dilibatkan oleh tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Serang.

Bahkan, dari ditetapkannya Kejadian Luar Biasa (KLB) Gubernur Banten Wahidin Halim pada tanggal 14 Maret 2020, pihaknya tidak pernah diundang rapat oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau tim Gugus Tugas.

“Komisi II itu tidak pernah dilibatkan oleh gugus tugas, dan saya sangat kecewa terhadap gugus tugas yang dimana kami adalah mitra OPD terkait. Sedih rasanya, walaupun status belum ditetapkan di Kota Serang, tapi banyak masyarakat yang terkena dampak walaupun belum ada yang terinfeksi corona,” ujar Pujiyanto saat mengikuti acara rapat koordinasi DPRD Kota Serang dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 digedung Paripurna DPRD Kota Serang, Kamis (2/4/2020).

Namun, disisi itu dirinya mengapresiasi langkah-langkah pimpinan kepala daerah yang langsung turun tangan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Jelas kata kuncinya pencegahan, langkah-langkahnya luar biasa bahkan pimpinan turun langsung. Konteks pencegahannya luar biasa, terbukti bahwa kota serang terkena dampak ODP 102 orang. ODP yang rentan itu yang seperti apa, ini harus disampaikan bahkan ada kemungkinan menjadi PDP harus dijelaskan dan gimana penangannanya. Karena penanganannya sangat penting. Jangan sampai naik statusnya. Apakah saat ini kita tahu orang yang berkeliaran itu terjangkit atau tidak,” jelasnya.

Selain Pujiyanto yang merasa kecewa, Ketua Fraksi PKS Tb Ridwan Ahmad. Pada kesempatan itu dirinya mempertanyakan status Kota Serang dalam wabah Covid-19. Karena, sampai saat ini Tim Gugus Tugas Covid-19 tidak menentukan status tersebut

“Saya dari Fraksi PKS kecewa kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 karena belum memutuskan statusnya apa dalam wabah ini KLB atau siaga darurat bencana kah karena masyarakat dan kita nunggu ini,” kata Ridwan.

Jika ini tidak kunjung ditentukan. Maka, ujar dia, anggaran lainnya untuk menangani wabah ini tidak bisa dicairkan.

“Kalau seperti ini anggaran BTT gak akan cair, segera lakukan penetapan status jangan seperti ini,” ujarnya.

Sebelumnya, pada acara rapat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dicecar dan dihujani kritikan saat melaksanakan rapat koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang. (HRS/Red)