Perbaikan Jembatan Seruni Cilegon: Waspada Kemacetan! Lalu Lintas Dialihkan, Cek Jalur Alternatifnya
HARIANBANTEN.CO.ID – Pengguna jalan yang melintasi Jembatan Seruni KM 87, Cilegon, diimbau untuk bersiap menghadapi pengalihan arus lalu lintas akibat pekerjaan preservasi jalan dan perbaikan jembatan overpass. Pekerjaan ini dijadwalkan berlangsung mulai 8 hingga 11 Maret 2025 dan berpotensi menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi.
Berdasarkan surat edaran dari Satlantas Polres Cilegon, pekerjaan ini akan berdampak pada kelancaran arus kendaraan, terutama bagi pengendara yang melintasi jalur tersebut. Untuk menghindari kemacetan, berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan oleh masyarakat:
Menyesuaikan Kecepatan dan Jalur
Pengendara diimbau untuk mengurangi kecepatan, tetap berada di jalur masing-masing, dan mengatur waktu perjalanan, terutama bagi pekerja dan pelajar.
Penutupan Total pada 8-9 Maret
Pada 8-9 Maret 2025 pukul 22.00 – 05.00 WIB, jembatan akan ditutup total untuk kelancaran pengerjaan proyek.
Pengalihan Arus Kendaraan Besar
Kendaraan besar seperti truk fuso, dump truk, tronton, gandengan, dan trailer yang menuju Bojonegara/Puloampel atau sebaliknya dialihkan melalui jalan alternatif arteri Merak atau Tol Cilegon Timur Exit Merak.
Rute Alternatif untuk Kendaraan Kecil
Sepeda motor dan mobil pribadi (R4) diarahkan melalui jalan Kapten Pierre Tandean menuju Wadas Bojonegara.
Patuhi Rambu dan Petugas di Lapangan
Pengendara diminta untuk mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan dari petugas kepolisian yang berjaga di lokasi.
Pihak kepolisian berharap masyarakat dapat memahami dan menyesuaikan perjalanan agar tidak terjebak antrean panjang. Bagi pengguna jalan yang terdampak, dimohon untuk menyebarluaskan informasi ini kepada keluarga dan rekan agar lalu lintas tetap lancar.
“Kami mohon pengertian dan kerja sama dari masyarakat agar proses perbaikan berjalan lancar. Tetap patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Kasat Lantas Polres Cilegon, AKP Mulya Sugiharto dalam keterangan tertulisnya. (ASEP/Red)




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.