7 Destinasi Wisata Populer di Ende, NTT: Dari Danau Kelimutu hingga Kampung Adat Wolotopo
HARIANBANTEN.CO.ID – Kabupaten Ende, yang terletak di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan kekayaan budayanya, tetapi juga karena jejak sejarah bangsa. Di tanah inilah, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, menjalani masa pengasingan sekaligus merumuskan dasar negara, Pancasila.
Tak heran, Ende menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Indonesia Timur.
Berikut tujuh destinasi paling populer di Kabupaten Ende yang patut dikunjungi:
1. Danau Kelimutu, Tiga Warna dalam Satu Kawah
Danau Kelimutu dikenal luas karena tiga kawahnya yang memiliki warna air berbeda-beda dan kerap berubah seiring waktu. Tiga danau tersebut bernama Tiwu Ata Mbupu, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, dan Tiwu Ata Polo. Perubahan warna danau ini dipengaruhi oleh faktor alam seperti curah hujan dan aktivitas geokimia. Pada Mei 2024, warna air danau sempat berubah dari merah menjadi hijau kebiruan, lalu menjadi hijau tua hingga cokelat kehitaman.
Fenomena alam ini menarik minat wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Fasilitas pendukung seperti tempat parkir dan warung makan tersedia di sekitar kawasan.
2. Pantai Batu Biru, Permata Tersembunyi di Desa Penggajawa
Pantai Batu Biru terletak di Kecamatan Nangapanda. Ciri khasnya adalah hamparan batu warna-warni, terutama batu biru yang terbentuk akibat proses oksidasi mineral. Tak hanya biru, pengunjung juga dapat menemukan batu berwarna merah, hijau, kuning, hingga ungu. Pantai ini cocok untuk bersantai, berenang, hingga snorkeling. Aksesnya mudah dan tiket masuknya terjangkau—bahkan gratis.
3. Kampung Adat Wolotopo, Jejak Megalitikum di Tengah Alam
Kampung Adat Wolotopo merupakan salah satu kampung megalitikum terbesar di Indonesia. Terletak di Kecamatan Ndona, kampung ini memiliki rumah-rumah adat yang dibangun di atas batu besar dan dikelilingi situs megalitikum seperti menhir, dolmen, dan punden berundak. Pengunjung dapat berinteraksi dengan warga setempat, menelusuri kampung, atau melakukan aktivitas trekking ringan.
4. Bukit Liaga, Panorama Flores dari Ketinggian
Bukit Liaga di Desa Kotabaru menawarkan lanskap savana hijau yang berpadu dengan birunya laut Flores. Dari puncak, wisatawan dapat menyaksikan keindahan Pantai Belele, Teluk Moroboi, dan pantai lainnya. Bukit ini menjadi lokasi favorit untuk kegiatan trekking, bersepeda, hingga berkemah sambil menikmati momen matahari terbit atau terbenam.
5. Air Terjun Murundao, Kesegaran Tersembunyi di Tengah Hutan
Air terjun ini terletak di Kecamatan Kelimutu. Dengan ketinggian sekitar 15 meter, Murundao menawarkan suasana asri dan kolam alami yang cocok untuk berenang. Rimbunnya hutan tropis di sekelilingnya menjadikan tempat ini sebagai pelarian sempurna dari hiruk pikuk kota. Tracking melalui hutan menjadi salah satu cara utama untuk mencapai lokasi.
6. Taman Renungan Bung Karno, Napak Tilas Lahirnya Pancasila
Taman ini merupakan situs sejarah penting, tempat Bung Karno merenung dan merumuskan Pancasila selama masa pengasingannya di Ende (1934–1938). Di taman ini terdapat pohon sukun bercabang lima, yang dipercaya menjadi simbol lima sila. Patung Bung Karno yang sedang duduk merenung menjadi daya tarik utama. Taman ini juga kerap menjadi lokasi pertunjukan seni dan diskusi budaya.
7. Museum Tenun Ikat, Warisan Budaya yang Terjaga
Terletak di pusat Kota Ende, museum ini menyimpan beragam koleksi kain tenun ikat tradisional dan kontemporer. Setiap motif dan warna tenun memiliki makna filosofi yang erat kaitannya dengan alam dan kehidupan masyarakat. Pengunjung dapat mengikuti workshop tenun atau berbelanja produk tenun di toko oleh-oleh setempat.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, disarankan untuk memeriksa informasi terkini seputar harga tiket dan akses lokasi. Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama berwisata.
Kabupaten Ende tidak hanya menyuguhkan pesona alam dan budaya yang autentik, tetapi juga mengajak kita mengenang kembali nilai-nilai luhur kebangsaan. Sebuah perjalanan yang menyatukan keindahan dan makna.
Penulis: Red | Harianbanten.co.id



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.