SERANG – Sejarah kejayaan Kesultanan Banten beserta peninggalannya masih memiliki banyak celah untuk diteliti. Beragam upaya menguak pelajaran baru dari kesultanan Islam ini terus dilakukan untuk melihat kemungkinan sejarah yang belum terjamah para peneliti. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan ekskavasi arkeologi di kawasan Keraton Surosowan, Banten Lama, Kota Serang, tempat berdirinya kerajaan yang pada masanya terkenal dengan perlawanannya terhadap penjajahan Belanda di Nusantara.

“Kesultanan Banten itu luar biasa pada masanya. Keraton Surosowan yang luasnya sekitar 3,8 hektare yang kita lihat saat ini saja bisa menunjukkan tempat ini adalah pusat pemerintahan yang kompleks. Jadi banyak pelajaran dan wawasan sejarah baru yang bisa kita dapatkan dari sini bahkan dari sisi teknologinya masa itu,” ujar Kasi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian dan Cagar Budaya (BPCB) Banten Juliadi, Jumat (26/7)

Ekskavasi arkeologi ini menurutnya akan membantu menggambarkan denah bangunan Keraton Surosowan yang hingga saat ini belum ada gambaran lengkap bangunan sebenarnya. Dari struktur reruntuhan dan barang peninggalan juga bisa didalami kondisi sosial dan budaya pada masyarakat Banten kala itu.

Dari ekskavasi arkeologi yang sudah berlangsung selama sebulan lebih, ditemukan reruntuhan bangunan yang sementara diperkirakan adalah ruangan tamu sultan, pintu gerbang, hingga tambatan perahu. Sementara benda-benda temuan yang ditemukan BPCB hingga saat ini adalah cangklong atau cerutu, pekuru meriam hingga uang logam yang berasal dari Arab, China hingga mata uang Kongsi Dagang Perusahaan Hindia Belanda atau Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

“Ada penemuan yang hipotesa kita saat ini adalah tambatan perahu. Jadi masa kesultanan dulu itu keraton dikelilingi kanal. Kita pelajari tata kota masa Banten lama itu hampir sama dengan Amsterdam. Jadi kita tahu Kota saat itu diatur sedemikian rupa. Kalau penemuan keramik China dan Jepang juga menunjukkan adanya hubungan dagang Kesultanan Banten dengan dunia internasional,” ujarnya.

Menurutnya, banyak ciri khas Keraton Surosowan yang sebenarnya sudah menarik dipelajari. Arsitektur Benteng yang membentuk sudut khas bangunan eropa hingga benteng yang dilapisi batu karang cukup menggelitik didalami alasan di balik arsitekturnya. (Republika)