PANDEGLANG – Data penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Sumur, Pandeglang, simpang siur, sebab antara pernyataan pihak Kecamatan dan Puskesmas Sumur jauh berbeda.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Sumur menyatakan, data korban DBD sebanyak 22 orang. Namun berbeda dengan pernyataan Camat Sumur, yang menyatakan penderita DBD di atas 50 orang.

Menurut Camat Sumur, Heru menyatakan bahwa, selama Januari ini warga yang terserang penyakit DBD di wilayahnya sebanyak 50 orang lebih.

“Secara keseluruhan baik yang dirawat di Puskesmas maupun yang hanya dirawat di rumah, ada sebanyak 50 orang lebih. Tapi itu juga ada yang memang parah dan ada juga yang masih stabil,” ungkap Camat melalui sambungan telepon, Selasa (14/1/2020).

Saat ditanya, apakah kasus DBD tersebut sudah dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau belum. Camat mengaku, belum dinyatakan KLB, namun memang peningkatan kasusnya cukup tinggi.

“Selama Januari 2020 ini peningkatan kasus DBD di Kecamatan Sumur cukup tinggi di banding dengan tahun sebelumnya. Namun tidak dinyatakan KLB,” katanya.

Lanjut Camat, jumlah penderita DBD sebanyak itu adalah warga dari 7 desa di Kecamatan Sumur, diantaranya Desa Sumber Jaya, Kerta Jaya, Kertamukti, Cigorondong, Taman Jaya, Ujung Jaya dan Tunggal Jaya.

“Namun kasus DBD yang lebih banyak itu di tiga desa, yakni Desa Sumber Jaya, Kerta Jaya dan Desa Kertamukti,” tuturnya.

Dengan meningkatnya kasus DBD tersebut, Camat menghimbau kepada semua warga Sumur, untuk menjaga pola hidup sehat dan menggalakan program 3M yakni, mengubir barang bekas, menguras bak mandi dan menutup bak mandi.

“Sekarang ini sedang musim pancaroba, karena adanya perubahan cuaca dari panas ke musim penghujan. Makanya kami selalui memberikak sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.

Saat ditanya kembali, apakah dari pihak Dinas Kesehatan Pandeglang, sudah ada turun tangan dalam menanggulangi kasus DBD tersebut. Camat juga mengaku, sudah ada upaya penanggulangan DBD dari pihak dinas.

“Pihak dinas sudah melakukan penanggulangan DBD, baik melalui kegiatan foging, sosialisasi serta penanganan penderita DBD itu sendiri,” katanya.

Sementara, Kepala Puskesmas Sumur, Eha saat diminta kondisi terkini kasus DBD di wilayah Sumur tersebut, tidak memberikan tanggapan apapun. (De/Red)