Virus Corona Resahkan Keluarga TKI Asal Pandeglang
PANDEGLANG – Sejumlah warga Pandeglang memiliki keluarga dan kerabat yang bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merasa gelisah akibat adanya kabar virus corona yang mewabah kesejumlah negara dari Kota Huwan, Negara Cina.
Apalagi kabarnya sudah ke 18 negara warganya yang terjangkit virus tersebut. Diantaranya, seperti Taiwan, Malaysia, dan Singapura dimana ketiga negara itu banyak warga Pandeglang bekerja.
Menurut Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pandeglang, TKI asal Pandeglang tercatat pada tahun 2018 sebanyak 494 orang, dan Tahun 2019 tercatat sebanyak 395 orang. Sejumlah TKI ini mayoritas bekerja di Negara Taiwan, Malaisya, dan Singapura.
Warga Desa Seseupan, Kecamatan Sukaresmi, Marjuki mengaku ia bersama warga lainnya yang memiliki keluarga yang bekerja di Malaysia, dan Taiwan merasa resah dan gelisah dengan adanya wabah corona tersebut.
“Saudara kandung saya sejak tahun 2019 bekerja di Malaysia. Kami hawatir dengan dengan adanya virus itu. Bahkan anaknya tetangga juga bekerja di Taiwan juga merasakan hal yang sama,” kata Marjuki tanpa menyebutkan identitas keluarganya yang bekerja sebagai TKI, Senin (3/2/2020).
Marjuki berharap, keluarganya bekerja di luar negeri dalam keadaan baik dan sehat, agar setelah selesai kontrak kerja sebagai pembantu rumah tangga bisa kembali ke tanah air dengan keadaan sehat.
“Saya harap adik saya ini baik-baik saja, dan sehat selalu dalam lindungan Allah,” katanya.
Sementara, Kasi Pemerintahan Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi, Kamsari juga mengaku banyak menerima pengaduan dari warga, khususnya warga yang bekerja di sejumlah negara Malaysia dan Singapura yang merupakan penduduknya negara tersebut mayoritas dari Tiongkok asal virus corona.
“Mereka berharap ada kepastian jaminan kesehatan dan keselamatan dari ancaman virus tersebut,” katanya.
Dihubungi melalui telepon seluler, Ketua DPRD Pandeglang, Tubagus Udi Juhdi meminta pihak Disnakertrans Kabupaten Pandeglang, melakukan koordinasi dengan pihak Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), agar melakukan koordinasi secara intens dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dalam melakukan upaya pencegahan dari wabah corona.
“Minimal pihak KBRI dapat memfasilitasi keamanan bagi TKI kita yang bekerja di Malaysia dan Singapura. Seperti memberikan larangan berkunjung ke sejumlah tempat yang rawan virus corona,” ucapnya.
Udi menyatakan, pihak Disnakertrans Kabupaten Pandeglang dapat mengetahui kondisi dan keadaan TKI asal Pandeglang yang bekerja di sejumlah negara rawan virus corona tersebut.
“Setidaknya pihak Disnakertrans mengetahui informasi keadaan TKI kita saat ini,” katanya.
Dihubungi terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Pandeglang, Heni Iryaningsih mengaku belum mendapatkan laporan dari pihak BP3TKI Serang soal keadaan TKI asal Pandeglang.
“Memang warga kita banyaknya bekerja di Taiwan dan Malaysia. Untuk informasi memang harus ke BP3TKI. Tetapi dari BP3TKI juga belum ada informasi,” katanya. (De/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.