PANDEGLANG – Sejumlah warga Pandeglang merasakan guncangan gempa dengan kekuatan magnitude 4,8 SR, Senin (10/2/2020).

Dari informasi yang dihimpun, pusat gempabumi terletak pada koordinat 6.81 LS-105.32 BT, tepatnya berada di Laut pada jarak 103 km barat daya Pandeglang dengan kedalaman 5 Kilometer.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pandeglang, Usep sugih menuturkan, kejadian gempa tersebut terjadi dua kali, namun tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

“Kejadian tersebut terjadi dua kali, yang pertama kecil hanya beberapa detik, yang kedua cukup besar dan sedikit lebih lama sampai satu menit, tapi tidak berpotensi tsunami,” ucapnya saat ditemui di Kantor BPBD Pandeglang, Senin (10/2/2020).

Ia mengatakan, dari informasi yang berkembang belum ada informasi gempa susulan, namun dirinya hanya menghimbau untuk tetap tenang dan harus memantau informasi yang diberikan langsung oleh BPBD.

“Hingga laporan ini dibuat pukul 13:03 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang, Surya Darmawan membenarkan informasi bencana tersebut, dan dirasakan di beberapa kecamatan yang ada di wilayah terdekat dengan Kecamatan Sumur, oleh karenanya pihaknya mensiagakan.

“Iya betul, dirasakan di sejumlah tempat seperti Sumur, Cigeulis, Panimbang, Labuan dan lain-lain, adapun untuk dampak belum ada laporan dari desa dan kecamatan, BPBD sudah mensiagakan personil jika ada yang perlu bantuan,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk saat ini meskipun gempabumi tektonik dengan magnitudo 4,8 SR, namun tidak berpotensi tsunami, namun sampai saat ini belum ada informasi dampak dari gempa tersebut.

“Kalau terkait tsunami, maksimal dua jam, kalau terkait bangunan yang roboh biasanya 30 menit sudah terkumpul informasi,” ujarnya. (De/Red)