CILEGON — Aksi yang di gelar oleh puluhan mahasiswa Cilegon di halaman kantor Wali Kota berujung dengan kericuhan.

Hal tersebut akibat mahasiswa kesal, pasalnya Wali Kota Cilegon Edi Ariadi tak kunjung keluar menemui mahasiswa yang berdemo. Sehingga puluhan mahasiswa tersebut membakar Ban bekas dan memblokade jalan.

Penyebab bentroknya Aksi Demo dengan kepolisian adalah bermula saat para aksi membakar keranda berisi ban yang di bawanya, namun pihak kepolisian mematikan api tersebut hingga terjadi bentrok antar pihak kepolisian dan mahasiswa. Dua perserta aksi sempat di bawa ke Mapolres karena dianggap menjadi provokator, namun selang beberapa menit kembali di keluarkan.

Dikatakan Kordinator Aksi, Sabawi dirinya mengaku dari Jam 2 menunggu orang nomer satu di Kota Cilegon (Edi Ariadi) untuk datang dan duduk bersama dengan mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasi dengan beberapa tuntutan.

“Sampai menunjukan waktu 16.00 wib belum sampai hadir makanya kita terpaksa bakar ban, setelah itu mungkin ada hal-hal yang mungkin tidak di inginkan yang terjadi,” ujar, Kamis (20/2/2020).

Lebih lanjut Sabawi menyampaikan, selaku Mahasiswa selaku agent of Social Control merasa kecewa dengan tidak hadir orang nomer satu di Kota Cilegon, Meski pihaknya tahu Wali Kota sedang tidak berada di tempat.

“Saya selaku Mahasiswa merasa kecewa, informasi yang dari dalam memang Pak Wali Kota tidak ada, padahal kita sudah melayangkan surat 3×24 jam otomatis dari pihak Kepolisian sudah menginformasikan pada pihak pemerintah kota Cilegon, tapi saat ini Pak Wali tidak ada di tempat,” tandasnya. (As/Red)