Kendaraan Sumbu Tiga Dikeluhkan Pengendara
PANDEGLANG – Banyaknya kendaraan sumbu tiga yang melebihi tonase melintas diruas jalan lingkar AMD, tepatnya di Kampung Jajaway, Kelurahan Kadomas, Kabupaten Pandeglang, dikeluhkan para pengguna jalan lainnya.
Pasalnya kendaraan yang melebihi tonase tersebut, kerap menjadi penyebab kemacetan bahkan rentan menimbulkan kecelakaan dijalan yang menanjak.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Sopian mengaku, dirinya sering melintas diruas jalan lingkar AMD. Namun saat melintas diruas jalan tersebut, terjadi kemacetan yang cukup panjang.
“Saya kira ada kecelakaan, ternyata ada kendaraan sumbu tiga yang membawa muatan melebihi tonase yang sedang menanjak secara perlahan. Karena pengendara lain takut kendaraan besar tersebut tidak kuat menanjak dan takut mundur kembali, akhirnya terpaksa menunggu kendaraan itu sampai menanjak sehingga terjadi kemacetan,” kata Sopian, Selasa (25/2/2020).
Menurutnya, banyaknya kendaraan besar yang mengangkut pasir dengan melebihi tonase tersebut, rentan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.
“Coba kalau kendaraan itu tidak kuat nanjak dan mundur kembali, tentunya akan menabrak kendaraan lain yang ada dibelakangnya. Kalau sudah terjadi kecelakaan, siapa nanti yang akan tanggung jawab,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Sopian, pihaknya berharap instansi terkait untuk segera melakukan penanganan, agar kendaraan besar yang melebihi tonase untuk tidak melintas diruas jalan tersebut atau mengalihkan ke ruas jalan lain.
“Kondisi ruas jalan lingkar AMD kan menanjak, alangkah baiknya kalau kendaraan besar tidak melalui ruas jalan ini. Saya harap instansi terkait, kalau bisa jalurnya dipindahkan,” harapnya.
Sementara itu, Kabid Lalu lintas Dishub Pandeglang, Wawan Suwandi mengatakan, kendaraan besar atau kendaraan sumbu tiga yang melintas diruas jalan di Pandeglang, mayoritas kendaraan pengangkut matrial untuk pembangunan jalan tol di Kabupaten Lebak.
“Mayoritas kendaraan-kendaraan besar yang melintas itu, operasionalnya ke Kabupaten Lebak, karena ada pembangunan exit tol disana untuk mengangkut matrial seperti batu, pasir dan lainnya,” katanya.
Wawan mengakui, untuk kendaraan besar atau kendaraan sumbu tiga yang saat ini sering melintas diwilayah Kabupaten Pandeglang, memang masih ada. Akan tetapi intensitasnya relatip sedikit.
“Terkait hal ini memang masih ada yang melintas di Kabupaten Pandeglang, akan tetapi relative sedikit. Kalau peneguran kita sudah beberapa kali mengadakan operasi dengan Dishub Provinsi, dibeberapa titik belum lama ini. Kita juga langsung datang ke lokasi, namun sifatnya hanya memberikan himbauan agar kendaraan yang mengangkut pasir jangan sampai over load dan harus menyesuaikan dengan kelas jalan yang ada di kita,” terangnya.
“Tujuannya agar jangan sampai membawa muatan yang berlebihan, sehingga menyebabkan mogok ditengah jalan sehingga mengakibatkan kemacetan. Selain itu kita juga sudah memasang rambu di Cipacung, agar kendaraan besar tidak melintas masuk ke jalur kota,” ungkapnya. (De/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.