Damri Terguling Akibat Balap Liar
PANDEGLANG – Bus Damri bernopol A 7912 A terlibat laka lantas dengan R2 bernopol A 6266 JD di Kampung Kadu Belang Desa Sodong Kecamatan Saketi, Sabtu (29/2/2020) sekitar pukul 15.30 sore.
Peristiwa tersebut terjadi, diduga akibat menghindari kendaraan R2 yang sedang melaju dari arah berlawan dalam kondisi balapan, namun pada saat itu kedua motor yang datang dari arah berlawanan menyonggol motor dan terjatuh, sehingga Damri membanting stir ke arah kanan secara sekaligus dan mengakibatkan mobil oleng dan terjatuh.
Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya terdapat dua orang yang menjadi korban jiwa, yaitu pengendara R2 warga Kampung Kadu Payung Desa Palembang Kecamatan Cisata, Aris Maulana (13) meninggal dunia, dan penumpang Bus Damri warga Kampung Lewiliang Desa Kananga Kecamatan Menes, Eni Nuraeni (58) meninggal dunia, sementara beberapa penumpang lain mengalami luka-luka ringan dan dilarikan ke Puskesmas terdekat.
Saksi Mata, Asto mengatakan, dirinya melihat secara langsung kejadian tersebut, ia menyebutkan bahwa Bus Damri melaju dari arah Labuan menuju Pandeglang, namun saat di TKP terdapat dua motor yang mengalami oleng kemudian bertabrakan dengan mobil bus Damri.
“Kejadiannya kira-kira jam 16.00, kalau busnya dari arah Labuan menuju Pandeglang, yang jelas itu bertubrukan dengan motor, jadi motor yang pertama menghindar sehingga oleng dan mobilnya oleng juga, pada saat itu juga langsung mobilnya memotong jalan seperti itu, sehingga kecelakaanpun tidak bisa dihindari,” katanya saat ditemui di lokasi.
Ia mengatakan, dalam kejadian tersebut puluhan penumpang bus damri dilarikan ke Puskesmas terdekat, “Untuk korban ada dua orang, yang satu dari motor dan yang satu lagi dari penumpang bis mobil, adapun untuk jumlah penumpang bus itu sekitar sepuluh orang lebih, untuk beberapa korban itu dilarikan ke Puskesmas Saketi menggunakan mobil Polisi juga,” ucapnya.
Sementara itu, Korban selamat penumpang Bus Damri dari Desa Kadu Dodol Kecamatan Cimanuk, Siti mengatakan, dirinya menyebutkan terdapat dua motor yang sedang balapan, sopir bus menghindari kedua motor tersebut meskipun dengan kondisi kecepatan mobil yang tidak terlalu cepat akhirnya oleng.
“Saya dari Cibaliung mau ke Cimanuk, kalau yang bawa mobilnya tidak terlalu cepat banget, begitu naik arah lewat sodong itu supirnya juga melihat ada balapan dua orang masih remaja, yang satunya lagi jatoh nyenggol temannya kaya kegusur begitu mau ke kolong mobil, mobil damrinya itu membuang takutnya nabrak anak itu, saya bawa anak langsung meluk anak dan saya inget sama Allah masih diberikan kesabaran dan beristigfar kemudian langsung keluar dari mobil itu,” ujarnya.
Siti menyebutkan, dirinya bersama anaknya mengalami luka ringan.
“Saya luka tangan, sama dengkul doang yang lecet, sama anak saya kakinya lecet dan empat jahitan,” katanya.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Pandeglang, Iptu. Riska Tri Ardita menuturkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penyenggol korban R2.
“Kami melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang membawa motor Supra X yang menyenggol korban hingga terjatuh dan terseret oleh bus yang menghindari korban di depannya,” ucapnya. (De/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.